163 Pelaut RI 'Tersandera' di Trinidad-Tobago

163 Pelaut RI 'Tersandera' di Trinidad-Tobago

Indra Subagja - detikNews
Senin, 22 Okt 2012 14:00 WIB
163 Pelaut RI Tersandera di Trinidad-Tobago
Jakarta - 163 Pelaut asal Indonesia 'tersandera' di Trinidad-Tobago. Perusahaan penangkapan ikan asal Taiwan, tempat mereka bekerja mengalami kebangkrutan. Alhasil, para WNI ini pun tak bisa pulang karena tak ada biaya. Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sudah memberikan bantuan untuk para WNI ini.

"Mereka bekerja di perusahaan penangkapan ikan milik Taiwan, dan masalahnya perusahaannya mengalami kebangkrutan," kata juru bicara Kemlu, Michael Tene saat dikonfirmasi, Senin (22/10/2012).

Para WNI ini berada di Trinidad sejak Juli lalu. Mereka tersebar di 11 kapal penangkap ikan yang sandar di Port of Spain. Para WNI itu pun tinggal di kapal-kapal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena perusahaan bangkrut, mereka terkatung-katung nasibnya. Gaji tidak dibayarkan dan perusahaan itu tidak punya uang untuk memulangkan," jelas Michael.

Michael menjelaskan, pihak perwakilan RI di Caracas, Venezuela sudah melakukan advokasi. Perusahaan dan agennya di Trinidad sudah diminta untuk membayarkan gaji atau minimal ongkos untuk pulang.

"Perwakilan di Caracas juga memberi bantuan langsung makanan bagi para WNI," jelasnya.

Lebih lanjut, Michael menjelaskan, perusahaan itu kini tengah menjual aset-asetnya guna membayar para pelaut asal Indonesia, Vietnam, dan Tiongkok.

"Kalau memang mendesak, kita akan memberikan bantuan pemulangan untuk para WNI itu," tegas Michael.

(ndr/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads