Aksi digelar di dekat Hotel Sheraton Mustika, Jalan Adisutjipto, Senin (22/10/2012). Saat rombongan Presiden melintas di lokasi, massa diminta masuk ke pekarangan sehingga tidak terlalu tampak dari jalan besar.
Ketika SBY sudah berada di lokasi acara, massa nekat kembali beraksi di pinggir jalan dekat hotel. Ratusan polisi langsung bergerak dan membarikade mahasiswa. Mereka melipat bendera dan poster bertuliskan "8 Tahun SBY Menjual Indonesia", "Proteksi dan Berdayakan UMKM", dan Sediakan Lapangan Kerja untuk Rakyat", dan lain-lain.
Perwakilan mahasiswa sempat beradu mulut dengan polisi. Namun polisi bergeming dan tetap melarang mahasiswa melanjutkan aksinya. Mahasiswa 'merayu' agar bisa membacakan pernyataan sikap, tapi lagi-lagi usaha ini pun tak mendapat respons positif.
Polisi lantas memaksa mahasiswa pergi. Mereka mendorong mahasiswa naik ke motor. "Kalian sudah dibilangin. Kalau tetap aksi, kami akan bubarkan dan angkut kalian ke truk!" kata seorang polisi.
Tak mau berdebat lebih panjang, mahasiswa akhirnya meninggalkan lokasi aksi. Dalam pernyataan sikapnya, mereka meminta pemerintah memproteksi dan memberdayakan sektor riil, memperbaiki UMKM dan membantu permodalan, dan menciptakan lapangan kerja serta menyediakan pupuk dan benih.
Sebelumnya, aksi serupa juga dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Riau di sekitar Gedung Agung Yogya, Jalan Ahmad Yani. Mereka 'diusir' dari lokasi acara SBY tersebut dan disuruh pindah ke perempatan Gondomanan yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi awal.
SBY datang ke Yogya untuk meresmikan International Micro Finance Conference 2012. Ia juga dijadwalkan bertemu dengan Komisioner Obligasi Jasa Keuangan (OJK) di Gedung Agung. Dari Yogya, rombongan SBY akan ke Balikpapan, Kaltim untuk meninjau pembangunan Bandara Sepinggan dan ground breaking T Pupuk Kaltim V Bontang.
(trw/)











































