"Kalau benar ada intervensi, kan BPK itu lembaga independen harus dibuktikan siapa yang intervensi kalau benar ada intervensi, dalam rangka kepentingan apa melakukan intervensi," anggota komisi III DPR, Saan Mustafa kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin
(22/10/2012).
Saan memberi saran kepada BPK agar membuka siapa yang melakukan intervensi dalam audit itu, agar tidak menimbulkan fitnah, keresahan, dan sangka-sangka. Dia pun berharap agar BPK bisa segera menyelesaikan hasil audit investigasnya dan menyerahkannya pada DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BPK jangan lama-lama menahan laporan, jadi ini bahan penting buat ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum kalau ada temuan penyimpangan. Nah, penyimpangan itu menjadi entry point bagi aparat penegak hukum untuk investigasi," imbuhnya.
Sebagai Fraksi Partai Demokrat, ia menyatakan Demokrat sepenuhnya mendukung BPK dalam menyelesaikan hasil audit investigasi soal proyek Hambalang.
"Demokrat sepenuhnya mendukung audit investigasi BPK. Hiruk pikuk ini harus segera diakhiri dengan segera menyelesaikan audit investigasi atas Hambalang," kata Saan.
Ia membantah jika dugaan intervensi itu datang dari kalangan partai Demokrat di mana Andi Malarangeng menjadi salah satu kadernya.
"Saya nggak ngerti. Itu (dugaan intervensi) ada di internal BPK, saya nggak ngerti nanti kita lihat dari hasil audit," imbuhnya.
(/ndr)











































