"Nanti saya lihat. Yang penting yang seperti itu nanti di lapangan saya cek langsung," ujar Jokowi di Balaikota DKI Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/10/2012).
Sementara itu, terkait dengan rencana menggandeng pihak swasta untuk membenahi rusunawa, Jokowi mengatakan saat ini sudah banyak pihak yang ingin membantu. Namun Jokowi belum bisa memutuskan apakah menerima atau tidak, karena bantuan tersebut ada aturannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Ahok mengeluhkan banyaknya warga yang menunggak cicilan rusun. Penunggak tersebut padahal memiliki perkejaan tetap, bahkan ada yang memiliki mobil.
"Bahkan ada guru yang nunggak, ada juga PNS yang nunggak. Ternyata ada warga yang punya mobil juga nunggak cicilan, repot juga kan? Jadi kita akan lihat, bagi yang betul-betul susah kita ada bantuan sosial. Tapi kalau orang punya BlackBerry Dakota kalau nunggak kan keterlaluan. Dia isi pulsa lebih banyak daripada bayar cicilan. Itu nggak betul itu," tegas Ahok.
(jor/mad)











































