Juanda: Bom Kedubes Australia, Mega Harus Tanggung Jawab

Juanda: Bom Kedubes Australia, Mega Harus Tanggung Jawab

- detikNews
Sabtu, 11 Sep 2004 15:18 WIB
Semarang - Presiden Megawati harus bertanggung jawab atas teror bom di Kedubes Austalia. Megawati dinilai telah mengabaikan sejumlah informasi mengenai teror tersebut.Demikian dikatakan Pengamat Intelejen Juanda Kartawijaya kepada wartawanseusai menjadi pembicara dalam Seminar Prospek Indonesia Pasca Pemilu diGedung TBRS (Taman Budaya Raden Saleh) Semarang, Jl. Sriwijaya, Sabtu(11/09/2004).Juanda menjelaskan, sebenarnya data dan informasi intelijen dari dalam maupun pihak asing mengenai rencana pemboman Kedubes Australia sudah ada sejak beberapa hari lalu."Respon negara sangat lamban. Akibatnya ancaman bom itu betul-betul terjadi.Salah sendiri mereka (elit negara) menilai kondisi aman, kondusif, danterkendali. Padahal situasi yang terjadi sebaliknya. RI 1 harus bertanggungjawab," kata Juanda tegas.Dikatakan Juanda, dirinya tidak tahu pasti kenapa Megawati terlihat sangatlamban. Terbukti, capres PDI-P ini kecolongan sehingga mengakibatkanterjadi sejumlah tragedi kemanusiaan. Misalnya, Bom Bali, JW Marriot, dan terakhir Bom Kedubes Australia."Dia tidak pernah belajar dari beberapa pengalaman sebelumnya. Juga tidakmampu menafsirkan data dan informasi intelijen untuk mengambil kebijakan.Akhirnya begini, semuanya terjadi begitu saja," tandasnya.Juanda juga mengatakan, kemiripan bahan dan gaya peledakan tidak menjamin pelakunya berasal dari kelompok yang sama. Artinya, sambung Juanda, pelaku bom di depan Kedubes Australia belum tentu sama dengan bom Marriott dan Bom Bali."Mereka bisa saja meniru cara dan gaya pelaku Bom Bali dan JW Marriot.Misalnya dengan tujuan menyesatkan. Mungkin pelakunya dari kelompok lain.Teroris di Indonesia kan ada beragam jenis," terangnya.Kepala BIM Harus MundurSelain mengecam Mega, Juanda juga menyarankan Hendropriyono mundur sebagaiKepala BIN. Juanda mengatakan, terulangnya peristiwa serupa telah menghilangkan wibawa Hendro sebagai Kepala BIN."Seandainya saya menjadi Hendro, saya akan mundur. Dia sudah kehilangan sikap dan posisinya karena terus bersinggungan dengan Ibu (Mega)," ujarnya.Juanda mengaku sejak dulu dirinya membela Hendro sebagai pimpinan tertinggidi BIN. Tapi dirinya tak bisa melakukan tindakan lebih karena posisinyatidak memungkinkan. Apalagi, jika dihubung-hubungkan dengan wilayah "politik"."Saya sering bertukar pikiran dengannya (Hendro). Dari situlah sayamengaguminya dan berusaha loyal meski berada di luar ring. Tapi saya tetapharus obyektif menilainya, termasuk dalam kasus ini," demikian Juanda. (djo/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads