Deklarasi Berlin Lanjutkan Inisiatif Jakarta

Laporan dari Berlin

Deklarasi Berlin Lanjutkan Inisiatif Jakarta

Eddi Santosa - detikNews
Senin, 22 Okt 2012 00:21 WIB
Deklarasi Berlin Lanjutkan Inisiatif Jakarta
Berlin - Disepakati untuk melanjutkan inisiatif Jakarta dalam rangka membangun dialog antar kota-kota besar di Asia dan Eropa, demikian kesepakatan 2nd ASEM Meeting for Governors and Mayors (2nd ASEM MGM) di Berlin.

Pertemuan juga berhasil mengadopsi Deklarasi Berlin, yang memuat keinginan para gubernur dan walikota untuk terus berdialog dan saling tukar pengalaman bermanfaat bagi pembangunan politik dan ekonomi di perkotaan.

Dalam deklarasi juga termaktub pentingnya pengembangan energi terbarukan, kebijakan ramah lingkungan, pengembangan kawasan perkotaan yang mengakomodir keragaman budaya, serta mewujudkan tata pemerintahan kota yang modern, transparan dan demokratis.

“Para pembicara utama menggarisbawahi peran penting yang pernah dan akan terus dilakukan oleh Jakarta sebagai sebuah kota besar dimana prakarsa mengenai pembentukan forum ini dilahirkan,” ujar Kuasa Usaha Ad-iInterim KBRI Berlin R. Kusuma Pradopo kepada detikcom melalui Sekretaris II Pernsosbud Purno Widodo, Minggu (21/10/2012).

Pertemuan ini di masa depan akan terus menjadi forum dialog efektif antar pengelola kota-kota besar di Asia-Eropa dalam menghadapi berbagai tantangan baru di era globalisasi, yang mengharuskan kota-kota besar melakukan perubahan struktural baik pada aspek ekonomi, demografi, dan budaya.

“Perubahan tersebut tidak lain bertujuan untuk menciptakan sinergi antara pertumbuhan ekonomi, kohesi sosial, dan kelestarian lingkungan yang menunjang peningkatan kualitas hidup di perkotaan,” imbuh KUAI.

Pertemuan yang berlangsung di Rote Rathaus (Gedung Walikota Berlin) dengan tema ASEM Goes Local: Strategies for Change itu diikuti 80 delegasi mewakili 20 kota dari 20 negara dan perwakilan organisasi internasional di Asia-Eropa (18-19 Oktober 2012).

Dibahas antara lain isu-isu utama yang dihadapi oleh kota-kota besar di Asia-Eropa yaitu perubahan iklim, pelayanan kesehatan, urbanisasi, migrasi, integrasi sosial, dan upaya membangun good governance pada tingkat lokal.

Menlu Jerman, Guido Westerwelle, yang juga menyampaikan pidato sambutan, mengamati ada perubahan signifikan dalam tatanan politik global dimana negara-negara berkembang dan emerging economies kini semakin menunjukkan pengaruh lebih kuat dibandingkan dua dekade lalu.

Menurut Menlu Westerwelle, negara-negara tersebut saat ini telah menjadi pusat-pusat baru perekonomian dunia, misalnya kawasan Asia yang telah berkontribusi pada 1/3 dari GDP dunia.

“Oleh karena itu, Jerman telah menyusun strategi baru di bidang politik luar negeri untuk lebih meningkatkan kerjasama dengan pusat-pusat ekonomi baru tersebut,” tandas Westerwelle.

Sementara itu Walikota Berlin Klaus Wowereit menggarisbawahi bahwa kota-kota besar di Asia-Eropa makin berkembang pesat menjadi pusat-pusat metropolitan.

“Perkembangan ini diikuti tantangan semakin kompleks, yang harus dihadapi dan dicarikan solusinya oleh pemerintah di tingkat lokal,” cetus Wowereit.

Dijelaskan, bahwa forum 2nd ASEM MGM ini dimaksudkan sebagai wahana bagi para pimpinan di tingkat kota untuk saling berdialog serta tukar menukar pengalaman atau best practices terutama untuk mengatasi masalah-masalah yang umum dijumpai di berbagai kota besar.

Delegasi Indonesia pada pertemuan ini dipimpin oleh Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi, Prof. Dr. Ir. Sutanto Soehodho, M. Eng., dengan anggota pejabat Pemprov DKI Jakarta, perwakilan dari Direktorat Kerjasama Intrakawasan Amerop Kemlu RI, serta Kuasa Usaha Ad-interim KBRI Berlin.

Prof. Soehodho pada kesempatan tersebut mempresentasikan strategi dan langkah-langkah pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim diantaranya membangun infrastruktur penanggulangan banjir, car-free day, uji emisi kendaraan bermotor, manajemen sampah, dan menyusun pilot project bangunan berwawasan lingkungan.

“Sejumlah langkah tersebut sejalan dengan komitmen kota Jakarta untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 30% pada tahun 2030,” demikian Soehodho.

Pada pertemuan itu mantan gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, di kalangan akrab biasa disapa Foke, diundang sebagai tamu undangan khusus dari Walikota Berlin Klaus Wowereit. Foke adalah inisiator dan tuan rumah pertemuan sebelumnya, the 1st ASEM MGM, di Jakarta pada Oktober 2010.

Foke mengingatkan kembali bahwa pertemuan pertama di Jakarta dua tahun lalu merupakan babak baru dalam kerangka kerjasama ASEM dalam membangun platform bagi terjalinnya dialog antar pemerintah kota yang mendorong penguatan good governance dengan menjunjung prinsip-prinsip demokrasi.

“Ketika kota-kota besar dihadapkan pada tantangan globalisasi yang semakin kompleks, sudah barang tentu akan memicu pemerintah kota untuk memikirkan kepemimpinan seperti apa yang harus dijalankannya untuk menciptakan kualitas kehidupan yang lebih baik bagi penduduknya,”demikian Fauzi.

Pertemuan 3rd ASEM Meeting for Governors and Mayors direncanakan berlangsung di Bangkok pada tahun 2014.

(es/es)


Berita Terkait