Saat wukuf di Arafah pada tanggal 25 Oktober 2012, jamaah haji Indonesia diimbau membawa persediaan kurma. Kurma akan sangat berguna karena banyak mengandung kalori yang sangat dibutuhkan saat jamaah melakukan prosesi di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina).
"Kami mengimbau agar jamaah membawa bekal tambahan saat Armina. Bekal yang kami anjurkan adalah kurma," kata Menteri Agama RI, Suryadharma Ali kepada wartawan seusai mengunjungi Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Mekkah, Minggu (21/10/2012).
Dia menegaskan bekal makanan tambahan berupa kurma tersebut akan sangat berguna bagi jamaah karena banyak mengandung kalori yang dibutuhkan tubuh. Selain itu untuk mengantisipasi bila distribusi katering mengalami keterlambatan akibat kemacetan transportasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga dikatakan Kasubsi BPHI Mekkah, dr Agus Widyatmoko menjelang prosesi wukuf jamaah diimbau untuk mengurangi aktifitas fisik di luar pemondokan. Sebab jamaah akan melakukan prosesi wukuf di Armina selama lebih kurang 5 hari.
"Ini akan menguras fisik jamaah sehingga perlu jaga kesehatannya mulai saat ini," ungkap Agus.
Untuk menjaga kesehatan, dia meminta jamaah agar banyak makan buah-buahan dan minum air putih 3-4 liter per hari. Hal ini dilakukan agar tidak mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh.
"Yang tak kalah penting makan buah kurma saat Armina sebanyak 5 butir setiap kali makan. Kandungan kalori akan mencukupi untuk tubuh kita," pungkas Agus.
(bgk/mad)











































