Teror Bom dengan Modus Mobil Berjalan Sulit Diantisipasi
Sabtu, 11 Sep 2004 14:44 WIB
Jakarta - Polri mengakui sejumlah tempat masih rawan ancaman peledakan bom. Pasalnya, modus operandi seperti yang di Kedubes Australia, sulit diantisipasi.Demikian disampaikan Kapolri Da'i Bachtiar kepada wartawan dalam jumpa persnya di Media Centre Bom Kedubes Australi, di Hotel Saripan Pasifik, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (11/9/2004)."Bila modus yang dilakukan seperti kejadian kemarin (Kedubes Australia), sekalipun kita sudah meningkatkan keamanan di beberapa kedubes, seperti Australia, AS dan Inggris, kita akan sulit mengantisipasinya. Sebab, modusnya mobil berjalan," kata Da'i.Da'i mengatakan, pihaknya hanya bisa menginstruksikan kepada Polda di seluruh Indonesia untuk meningkatkan keamanan di tempat-tempat yang kemungkinan menjadi target operasi teroris. Tempat-tempat tersebut antara lain, Mabes Polri, Pusat Pelatihan Anti Teror Semarang, Kedubes Australia, Inggris dan AS, Bandara serta kantor bank asing yang ada.Dalam kesempatan yang sama, Da'i kembali menegaskan, sumber ledakan adalah mobil box Daihatsu Zebra putih. Kepastian ini berdasarkan hasil rekaman kamera pengawas di sejumlah gedung yang berdekatan dengan Kedubes Australia."Mengenai pengendara mobil itu belum bisa diidentifikasi ada berapa orang. Perbedaan bom Marriott dengan Kedubes Australia, pada bom Marriott terdapat bahan bakar yang menyebabkan lokasi sekitar terbakar, tapi tidak pada bom di Kedubes Australia," tutur Da'i.SayembaraDa'i juga mengutarakan keinginannya untuk menggelar sayembara untuk menangkap pelaku bom. Mereka yang berhasil melakukannya, akan diberikan sejumlah hadiah."Tentunya hal ini dilakukan jika ada pihak sponsor yang mendukung. Kalau hadiahnya dari Mabes Polri, nanti dipertanyakan uangnya dari mana," ungkap Da'i.
(djo/)











































