Gus Dur: Mega-SBY Tak Berani Perangi Terorisme

Gus Dur: Mega-SBY Tak Berani Perangi Terorisme

- detikNews
Sabtu, 11 Sep 2004 13:38 WIB
Jakarta - "Saya tidak mempunyai harapan apapun pada dua capres. Mereka terpilih dari proses yang cacat hukum. Makanya, saya pilih golput," komentar Gus Dur mengenai bom di depan Kedubes Australia.Pernyataan Gus Dur menjawab pertanyaan wartawan mengenai capres yang paling berani memerangi teroris di sela-sela perayaan ultah pernikahannya dengan Shinta Nuriyah ke-36 dan peluncuran buku berjudul Gus Dur, Berbeda Itu Asik di kediaman Gus Dur, Ciganjur, Jakarta, Sabtu (11/9/2004).Menurut dia, peledakan bom di depan Kedubes Australia bukti pemerintahan Mega lemah."Saya rasa pemerintah tidak berani mengatasi terorisme dan KKN. Ya solusinya harus berani karena jika dibiarkan dalam jangka panjang pemerintah kehilangan legitimasi," ungkapnya.Dalam acara itu, Gus Dur mengutuk aksi bom Kedubes Australia. "Saya sesalkan terjadinya tindakan bom. Itu tindakan teroris apapun alasan dan sebabnya saya turut mengutuk tindakan pengecut itu," tandasnya.Ketika disinggung peledakan telah membuat citra Islam buruk, Gus Dur menyatakan hal itu tidak bisa dihilangkan. "Itu tidak bisa disalahkan karena ada pepatah susu sebelanga rusak akibat nila setitik. Tidak hanya tindakan itu tidak berprikemanusiaan tetapi juga bukan mencerminkan Islam," papar mantan presiden RI ini."Saya tidak setuju adanya bom, kecuali ada bom yang bisa tertawa yakni Bombay," kata Gus Dur disambut tawa wartawan dan hadirin.Perayaan ultah perkawinan tampak cukup sederhana. Acara hanya dihadiri teman dekat dan keluarga. Tokoh yang hadir, diantaranya mantan Menperindag Luhut Panjaitan, M Sobari, Utomo Dananjaya serta fungsionaris PKB seperti Muhaimin Iskandar, Ali Maskur Musa dan Ali As'ad. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads