Kota Tua dan Pesona yang Hilang

Kota Tua dan Pesona yang Hilang

- detikNews
Minggu, 21 Okt 2012 10:39 WIB
Kota Tua dan Pesona yang Hilang
Jakarta - Gedung-gedung tua masih berusaha menghadirkan atmosfer Oud Batavia kepada orang yang lalu lalang. Kota Tua Jakarta memang menjadi magnet bagi masyarakat. Beberapa bangunan tak terawat masih berdiri menyaksikan kerumunan yang kian ramai dari waktu ke waktu.

"Udah mulai tiga tahun lalu makin ramai pedagangnya. Sekarang rame banget, semrawut, puyeng ngeliatnya begini," tutur Ari, salah satu pedagang saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (21/10/2012).

Ari yang sudah sejak 12 tahun lalu berjualan di Kota Tua ini juga mengeluhkan ketidakpedulian orang-orang sekitar terhadap kebersihan wilayah ini. Pedagang-pedagang pendatang baru sering tak acuh terhadap sampah-sampah yang berserakan. Perilaku ini berimbas terhadap kenyamanan pengunjung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bikin enggak nyaman dan enggak betah yang datang kesini," keluh Ari.

Bukan hanya pedagang, pengamen dan pengemis pun kian bejubel di Kota Tua. Ini dirasakan Ratih, salah seorang pengunjung, yang mengeluhkan kenyamanan kawasan yang penuh dengan bangunan art deco peninggalan Belanda.

"Tadi duduk-duduk aja sambil beli minum, ada yang ngamen, ngemis-ngemis banyak ganti-gantian. Jadinya risih kita. Sampai temen ngajakin pulang aja jadinya," tutur mahasiswi ini.

Pengunjung lain, Murdani (47), juga mengeluhkan hal serupa. "Tahun 2000an awal masih lumayan bagus lah. Sekarang sepedaan aja enggak bisa karena banyak yang dagang ngemper. Kacaulah," ujar Murdani.

Ditengah keluh kesah tersebut, masyarakat masih menaruh satu harapan. Jokowi. Mereka masih menanti aksi khas Gubernur baru itu untuk membenahi kondisi Kota Tua.

"Pak Jokowi mudah-mudahan bisa datang ke sini dan lihat sendiri, biar tahu kondisinya. Dia kan suka tuh datang-datang langsung kayak yang aku liat di TV," harap Ratih.

Murdani juga berharap adanya penertiban pedagang, pengamen, dan pengemis di kawasan fotogenik tersebut. Tempat sampah juga harus banyak disediakan di berbagai titik.

"Kalau perlu yang buang sampah sembarangan itu didenda aja biar kapok," ucap Murdani yang tidak rela kehilangan pesona Kota Tua.

(bar/ahy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads