BNP2TKI Bantah Kabar Penyanderaan TKI di Bandara Soekarno-Hatta

BNP2TKI Bantah Kabar Penyanderaan TKI di Bandara Soekarno-Hatta

- detikNews
Minggu, 21 Okt 2012 03:05 WIB
BNP2TKI Bantah Kabar Penyanderaan TKI di Bandara Soekarno-Hatta
Jakarta -

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jumhur Hidayat, membantah kabar yang beredar mengenai penyanderaan seorang TKI yang baru pulang dari Singapura.

"Tidak ada kasus penyanderaan terhadap Ika Purwaningsih (23), Tenaga Kerja Indonesia asal Desa Lempuyang Rt 02/01, Kecamatan Anjatan, Indramayu, Jawa Barat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Sabtu (20/10) malam, sebagaimana ramai diisukan baik oleh media atau layanan pesan singkat elektronik yang beredar ke sejumlah kalangan," terang Jumhur.

Pernyataan tersebut disampaikannya melalui surat elektronik yang diterima detikcom, Minggu (21/10/2012) dini hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumhur mengatakan, dirinya sudah langsung melakukan pembicaraan dengan Ika yang disambungkan petugas BNP2TKI yang ada di Bandara Soeta, Ramli Taher.

"Dan Ika menyatakan kaget dengan menyebarnya berita ataupun isu bahwa dirinya disandera di Terminal 2 Bandara Soetta," ujar Jumhur. Ika berangkat dari Singapura sekitar pukul 21.00 WIB dengan menumpang pesawat Tiger Airways No TR 2276.

Berdasarkan pengakuan Ika pula, lanjut Jumhur, setibanya di Bandara Soetta keadaannya baik-baik saja. Dia tidak mengalami pemerasan uang sebesar Rp 600 ribu sebagai ongkos 'siluman' atau untuk keperluan dalih apa pun atas permintaan oknum di Bandara, apalagi hingga berakibat adanya penyanderaan di dalam area Bandara.

Ditambahkan Jumhur, terkait ihwal penjemputan di Bandara, Ika mengaku memang dijemput oleh supir perusahaan yang memberangkatkannya ke luar negeri.

Jumhur mengatakan, Ika merupakan TKI yang diberangkatkan kerja ke Singapura oleh PT Ansprida Family, Jakarta pada 10 Februari 2012 dan tergolong sebagai TKI tidak berhasil memenuhi kontrak, karena hanya bekerja selama delapan bulan di negara Singapura.

Menurut Jumhur, setibanya di tanah air Ika langsung diantar ke Gedung Balai Pelayanan Kepulangan Tenaga Kerja Indonesdia (BPK TKI) Selapajang, Tangerang, Banten untuk keperluan proses pendataan diri maupun permasalahannya.

"Ika juga dipulangkan ke daerah asalnya oleh pemerintah atau melalui fasilitas BNP2TKI secara gratis pada Sabtu malam juga," ujarnya.

Jumhur menjelaskan, sesuai aturan maka ketibaan para TKI yang melalui Bandara Soekarno-Hatta akan melalui Gedung BPK TKI yang dikelola BNP2TKI sampai diberlakukannya Permenakertrans No 16/2012 tentang Tata Cara Kepulangan TKI Secara Mandiri tertanggal 26 September 2012. Pelaksanaan Permenakertrans itu dimulai dimulai tiga bulan ke depan atau 26 Desember 2012.

Sebelumnya, beredar kabar yang menyebutkan seorang TKI disandera di Bandara Soeta karena tidak sanggup membayar uang 'siluman'. Berikut isi pesan tersebut.

JERIT TANGIS TKI PAHLAWAN DEVISA

"Sekarang ini, seorang TKI yang pulang dari Singapura, bernama Ika, "disandera" di Ruang TKI Bandara 2 Terminal Soekarna Hatta, karena tak sanggup bayar uang siluman Rp 600 ribu. Meski ada yang jemput, harus bayar ongkos travel TKI. Ika tak bisa keluar dari Ruang TKI karena tak bayar uang siluman, sedangkan penjemput tak bisa masuk. Ika tak memegang uang sepeser pun, karena gajinya sudah ditransfer ke keluarga. *** Ini negeri gila, tak naik travel, tapi harus bayar, dan PAHLAWAN DEVISA malah disandera. Mohon bantuan pers untuk membantu Ika. Ika akan mogok makan di Ruang TKI, supaya para petinggi negeri ini tahu betapa bobroknya birokrasi TKI. Sementara Kepala BNP2TJI Djumhur Hidayat, ketika seorang temannya di Bandung dulu memberitahukan masalah yang menimpa Ika, sama sekali tidak bereaksi. Padahal, pesan sms ke hp Djumhur (0816xxxxxx) berkali-kali delivered. Per saat ini (Sabtu 20/10/2012 pukul 21.50), Ika masih disandera di Ruang TKI, komunikasi jadi putus, karena penjemput tak bisa masuk. Tks"

(/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini