120 Jamaah Haji Non Kuota Masuk Mekkah

Laporan dari Arab Saudi

120 Jamaah Haji Non Kuota Masuk Mekkah

Bagus Kurniawan - detikNews
Sabtu, 20 Okt 2012 23:04 WIB
120 Jamaah Haji Non Kuota Masuk Mekkah
Mekkah - Jumlah jamaah calon haji non kuota pada pelaksanaan tahun ini berkurang. Sekitar 120-an jamaah non kuota dari Indonesia yang sudah masuk ke Arab Saudi.

"Kita mulai melakukan pembenahan sehingga kualitas pelayanan akan lebih baik," ungkap Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umroh (PHU) Kementrian Agama, Anggito Abimanyu kepada wartawan di Kantor Daker Mekkah, Sabtu (20/10/2012).

Salah satu contoh yang telah dilakukan adalah kerjasama antara pihak kementrian agama dengan kedutaan besar Arab Saudi untuk berkoordinasi dalam mengeluarkan visa haji non kuota. Hasilnya hanya ada sekitar 120-an haji non kuota yang ada di Arab Saudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita meminta agar kedutaan untuk benar-benar mengetatkan visa haji di luar kuota," katanya.

Menurutnya jumlah tersebut menurun bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai ribuan orang. Dengan berkuranganya jumlah tersebut, persoalan yang disebabkan oleh jamaah haji non kuota juga akan berkurang. Sebab jamaah haji non kuota itu kebanyakan dilakukan oleh biro perjalanan atau travel.

"Mereka sering ditelantarkan. Jamaah haji non kuota ini biasanya diberangkatkan tanpa jaminan pelayanan. Mereka cenderung ditinggalkan perusahaan travelnya di Arab Saudi sehingga banyak menimbulkan masalah," katanya.

Akibat mereka tidak terlayani dengan baik lanjuut dia, sering merepotkan karena ikut menggunakan fasilitas haji jamaah kuota. "Dengan berkuranganya jamaah non kuota maka saya harapkan masalah sedikit bisa berkurang," katanya.

Menurut Anggito dalam pelaksanaan haji tahun ini masih ada beberapa kendala terutama berkaitan dengan banyaknya jamaah lansia sehingga perlu mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Oleh karena itu, jumlah petugas kesehatan untuk lansia akan ditambah.

"Tahun ini jamaah lansia menggunakan sisa kuota yang tidak terpakai, sehingga perencanaan pelayanan tidak bisa dimaksimalkan. Tahun depan kita akan tetapkan dari awal, sehingga bisa direncanakan pelayanan yang maksimal," katanya.

Dia mengusulkan untuk membentuk kloter khusus lansia dan jamaah sakit sehingga jumlah tenaga medis untuk kedua jenis jamaah ini bisa ditambahkan. Sedangkan untuk pelayanan kesehatan bagi yang muda dan sehat tidak disamakan dengan pelayanan bagi jamaah lansia.

"Mereka membutuhkan pelayanan khusus dari sisi pelayanan kesehatan. Begitupun dengan ibadahnya juga harus dilayani dengan baik," kata Anggito.

(bgk/ahy)


Berita Terkait