"Saya sih optimis, kita lihat saja. Tapi staf harus cepat dan tanggap, jangan gubernur saja yang aktif. Kadisnya juga harus aktif," kata pengamat perkotaaan, Yayat Supriatna, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (20/10/2012).
Menurut Yayat, saat ini para kadis dan staf masih adaptasi dengan gaya kepemimpinan Jokowi-Ahok yang berbeda. Karena sebelumnya mereka lebih banyak menghabiskan waktu di kantor bukan di lapangan.
"Ada perbedaan gaya kemimpinan. Pola dulu tidak banyak di lapangan, dulu banyak di kantor dan sekarang harus terus-terusan di lapangan untuk identifikasi dan melacak," ujar Yayat.
Yayat juga mengatakan kunjungan Jokowi bisa menjadi sebuah input untuk mengetahui hal-hal apa saja yang harus diperbaiki di Jakarta. "Jadi dengan adanya kunjungan-kunjungan lapangan, dapat menajamkan sisi yang akan diperbaiki dan kembangkan," ujarnya.
Joko Widodo langsung tancap gas bekerja setelah dirinya dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dia langsung blusukan ke berbagai wilayah Jakarta. Banyak instruksi yang diberikan kepada bawahannya dari kunjungan lapangan itu.
Rustanti, salah satu tempat yang dikunjungi Jokowi di hari pertamanya bekerja. Setelah berkeliling, Jokowi ingin membedah Rumah Susun Tanah Tinggi (Rustanti), Jakarta Pusat, agar lebih layak. Ia ingin Rustanti punya ruang terbuka hijau dan ruang publik untuk warga.
Hari kedua sebagai Gubernur DKI, Jokowi blusukan ke terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Jokowi melihat-lihat angkutan kota yang ada dari mikrolet, bus Kopaja hingga Metromini. Geleng-geleng kepala. Itulah reaksi Jokowi yang melihat kondisi angkutan kota di Jakarta. Jokowi pun mewanti-wanti Kepala Dinas Perhubungan agar bisa membangun sistem baru. Kopaja, angkutan umum harus dibenahi. Dan yang penting ada kontrol ketat kepada sopir Kopaja.
Pada hari ketiga menjalankan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi juga mengunjungi rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Marunda, Jakarta Utara. Dia keheranan dengan kondisi rusunawa yang terletak 100 meter dari Kampung Si Pitung. Dari 26 blok rumah yang ada, 19 di antaranya kosong melompong. Kondisinya pun sudah sangat mengkhawatirkan.
(spt/mok)











































