Korban ditemukan oleh Deddy Adnan Tubuhon (23), sesama ABK, ketika sedang membersihkan kapal El Shaddai yang sedang merapat di dermaga. Secara tidak sengaja, Deddy melihat mayat terlentang dan mengambang di belakang kapal, pada pukul 10.00 WITA.
"Saya mau mengepel buritan kapal. Tapi waktu menimba air terlihat mayatnya, langsung saya beritahu warga di pelelangan," kata Deddy kepada detikcom, Jumat (19/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maimuna Maaku (29), warga Kelurahan Sario Tumpaan Lingkungan V Kecamatan Sario, mengaku mengenali korban karena merupakan rekan kerja suaminya, Aldi Usman. Namun saat kejadian, suaminya sedang di rumah karena sakit.
"Dia (korban) tinggalnya di kapal, hanya sesekali turun dan tidur di rumah kami saat kapal merapat," papar Maimuna.
Lanjutnya, biasanya korban selalu membawa ikan ke rumahnya saat kapal merapat. Karena tidak ke rumah, dia dan suaminya datang mengecek ke dermaga dan menemukan korban sudah meninggal dunia.
Kapolsek Tuminting AKP Herry Kandati saat dikonfirmasi mengatakan dugaan korban meninggal karena mabuk dan terjatuh saat kapal kembali berangkat mencari ikan.
"Keterangan saksi-saksi, korban memang sering mabuk, dan kemarin siang masih terlihat di dermaga, jadi kemungkinan terjatuh saat kapal melaut lagi sangat besar," terang Kandati.
"Memang tidak ada tanda-tanda kekerasan ditubuhnya, tapi untuk kejelasan kami serahkan ke pihak rumah sakit," tambahnya lagi.
(mok/mok)











































