Sutiyoso dan Ical Melayat ke Rumah Duka Wiyogo Atmodarminto

Sutiyoso dan Ical Melayat ke Rumah Duka Wiyogo Atmodarminto

Septiana Ledysia - detikNews
Sabtu, 20 Okt 2012 00:06 WIB
Sutiyoso dan Ical Melayat ke Rumah Duka Wiyogo Atmodarminto
Jakarta -

Jenazah mantan Gubernur DKI Jakarta, Wiyogo Atmodarminto, tiba di rumah duka, Menteng, Jakarta Pusat. Mantan Gubernur DKI, Sutiyoso dan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical), terlihat datang untuk melayat Wiyogo.

Pantauan detikcom, Jumat (19/10/2012), Sutiyoso dan Ical tiba tidak bersamaan. Sutiyoso yang mengenakan jas warna hitam datang sekitar pukul 23.20 WIB di Jl Banyumas No 11 A, Jakarta Pusat.

"Saya kenal Pak Wiyogo saat pangkat saya letnan waktu Akademi Militer di Magelang. Waktu itu pangkat beliau Mayjen. Dia sering telepon saya untuk ngajak jalan-jalan, makan bakmie di pinggir jalan. Sampai pangkat saya kolonel di Cijantung, beliau jadi gubernur DKI, masih sering ngajak saya untuk temenin dia pakai motor gede," tutur Sutiyoso mengenang kisahnya dengan Wiyogo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat Sutiyoso jadi gubernur, ia mengaku masih sering berkomunikasi dengan Wiyogo. Ia pun mengaku sempat teringat Wiyogo saat pelantikan Joko Widodo sebagai Gubernur DKI.

"Saat pelantikan kemarin, saya membayangkan beliau, karena saat itu ada nama beliau," jelasnya.

Sutiyoso hanya sekitar 10 menit di dalam kediaman Wiyogo. Setelah berdoa, ia langsung meninggalkan lokasi. Tidak berapa lama kemudian, giliran Ical yang datang dengan mengenakan baju koko berwarna putih.

Menurut Ical, Wiyogo adalah sosok seorang pria yang memiliki kepribadian sangat tenang. "Sebagai seorang gubernur, down to earth tidak ada merasa angkuh," kata Ical yang datang bersama istrinya.

Saat ini, sudah banyak kerabat beserta keluarga Wiyogo yang terus berdatangan. Jenazah Wiyogo sendiri diletakan di ruang tamu.

Letjen TNI (Purn) Wiyogo Atmodarminto, lahir di Yogyakarta. Pria yang akrab dipanggil Bang Wi ini adalah Gubernur Jakarta periode 1987-1992.

Semasa memimpin DKI, Bang Wi rutin berkunjung ke berbagai tempat di Jakarta. Dia dikenal sebagai pemimpin yang terbuka dan disiplin. Di awal kepemimpinannya, dia memutuskan untuk menerapkan konsep BMW: Bersih, Manusiawi, berWibawa di Jakarta.

Wiyogo pernah menjadi Duta besar RI untuk Jepang. Dia juga pernah menjabat Panglima Kowilhan II (1981-1983) dan Panglima Kostrad antara 19 Januari 1978 hingga 1 Maret 1980. Dia merupakan salah satu pelaku sejarah pada peristiwa Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta.

(mok/mok)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini