Menag Minta Keamanan Jamaah di Pondokan Ditingkatkan

Laporan dari Arab Saudi

Menag Minta Keamanan Jamaah di Pondokan Ditingkatkan

Bagus Kurniawan - detikNews
Jumat, 19 Okt 2012 14:57 WIB
Menag Minta Keamanan Jamaah di Pondokan Ditingkatkan
Mekkah - Menteri Agama Suryadharma Ali meminta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1433 H/2012 untuk meningkatkan keamanan terhadap jamaah di pemondokan. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi lagi tindakan kriminal terhadap jamaah haji.

"Untuk masalah keamanan ini memang agak rumit, tapi saya minta untuk kejahatan di pondokan harus dipastikan tidak ada, nol atau zero," tegas Suryadharma seusai rapat koordinasi di kantor Daerah Kerja Mekkah, Jumat (19/10/2012).

Dia mengaku untuk mengatasi kejahatan yang terjadi di luar pondokan agak sulit karena jumlah jamaah haji Indonesia yang besar dan tersebar tempatnya. Sementara itu jumlah tenaga keamanan terbatas.

"Untuk itu, kita minta petugas agar di pondokan harus zero," katanya.

Menurutnya, dalam rapat koordinasi dengan PPIH dan Amirul Hajj dan angota bersama Kementrian Kesehatan dan keamanan untuk pelaksanaan dan penyelenggaraan ibadah haji ada peningkatan. Sedangkan masalah keamanan yang berkaitan dengan kriminalitas meningkat seperti penjambretan, perampasan, penipuan dan permintaan paksa.

Sedangkan kasus lain, lanjut dia, adalah penyelundupan buku nikah palsu yag sudah ditangkap di Surabaya dan Imigrasi Madinah serta pelaku ditangkap dipondokan.

"Yang mengejutkan adalah penyelundupan pil KB sebanyak 12 koper. Ini luar biasa," katanya.

Mengenai kasus yang berkaitan dengan haji, dia menambahkan masih seperti kasus pada tahun sebelumnya ada jamaah haji yang sudah membayar, namun tidak jadi berangkat.

Menurutnya ketidakberangkatan mereka bukan akibat salah urus di Kementrian Agama, namun ada Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang memaksa memberangkatkan tetapi tidak ada kursi. Mereka langsung meminta visa ke Arab Saudi.

"Kasus ini sudah ditangani polisi dan kasus tersebut diangtaranya terjadi di Medan. Ada 76 orang yang tidak berangkat, padahal mereka ada yang sudah melunasi dan ada juga yang baru membayar separuh," katanya.

(bgk/aan)


Berita Terkait