Hermawan menilai, perubahan pola kepemimpinan terlihat dari terpilihnya Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Hermawan mengaku, Jokowi yang menggambarkan kepemimpinan yang sederhana, merakyat, dan mau berososialisasi dengan siapapun memiliki kesamaan dengan karakter dan gaya kepemimpinan Menteri BUMN Dahlan Iskan.
"Saya lihat duet Jokowi dan Pak Dahlan itu dua-duanya menggambarkan tokoh sosial bukan individul yang horizontal, bukan vertikal yang inklusif bukan eksluisif. Inklusif dia bisa masuk ke golongan apapun, baik kaya miskin nggak jadi soal. Horizontal berarti keduanya bisa masuk ke mana-mana," kata Hermawan kepada detikFinance saat ditemui di kantor Hutama Karya, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam hal pengembangan Jakarta, Hermawan melihat kolaborasi antar Kementerian BUMN di bawah Dahlan dan pemerintahan Provinsi DKI Jakarta di bawah Jokowi adalah hal yang tepat. Sinergi itu bisa menciptakan pengembangan Jakarta yang lebih baik.
"Kalau jakarta luar biasa, keduanya akan lebih kelihatan karena salah satunya memegang bumn. BUMN ini kan lebih gampang dikendalikan daripada swasta. Kolaborasi ini akan terjadi," cetusnya.
(/)










































