Anggota BPK: Yang Dipersoalkan Pak Ruki di Kesimpulan Audit Hambalang

Anggota BPK: Yang Dipersoalkan Pak Ruki di Kesimpulan Audit Hambalang

- detikNews
Jumat, 19 Okt 2012 14:07 WIB
Anggota BPK: Yang Dipersoalkan Pak Ruki di Kesimpulan Audit Hambalang
Jakarta -

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna mengamini adanya sedikit persoalan dalam pelaksanaan rapat akhir audit investigatif Hambalang. Anggota BPK Taufiequrrachman Ruki mempersoalkan penyajian kesimpulan yang tidak utuh menampilkan hasil pemeriksaan.

"Semua di badan sudah melihat. Termasuk Pak Taufieq pun tidak ada masalah di LHP-nya, tetapi kemudian yang menjadi masalah adalah penyajian kesimpulan yang kurang menyajikan secara utuh LHP-nya. Jadi sebenarnya kalau nggak pakai kesimpulan, LHP sudah selesai. Gitu lho," kata Anggota III BPK Agung Firman Sampurna di kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (19/10/2012).

Agung menegaskan, soal memasukkan nama atau menghilangkan nama sepenuhnya tidak ada. Seluruh anggota BPK melihat hasil pemeriksaan, jadi tidak mungkin dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan nama yang seharusnya ada menjadi tidak ada, itu kan tidak cari salahnya orang. Tapi dari hasil pemeriksaan tersebut kemudian kita tuangkan dalam LHP. LHP-nya nggak ada masalah. Cuma penyajiannya memang ada yang diperbaiki supaya dia sempurna," jelasnya.

Agung menjamin, siapa pun nama yang terlibat, tidak akan ada penghilangan atau juga penambahan. BPK pasti akan berkomitmen dengan hasil audit yang ada.

"Nanti akan dibahas kembali, nanti akan ada sidang badan lagi. Jangan khawatir, pernah nggak teman-teman dengar bahwa BPK nggak menyelesaikan pekerjaan. Pernah nggak?" tuturnya.

Sebelumnya, pengakuan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Taufiequrrachman Ruki soal adanya intervensi dalam audit Hambalang cukup mengejutkan. Ruki menyebut nama Menpora dan korporasi yang menerima aliran dana dalam audit Hambalang ditiadakan.

Ruki memberi sinyal ada intervensi dalam hasil akhir audit terkait kasus Hambalang itu. "Tidak ada nama Menpora dan korporasi-korporasi yang menerima aliran dana dalam, laporan tersebut. Saya meminta tim pemeriksa untuk memperbaiki laporannya," jelas Ruki seperti dikutip dari Kompas, Jumat (19/10/2012).

Namun, seusai menghadiri pertemuan di kantor Kemenkeu, Ruki membantah mengenai dugaan adanya intervensi dalam laporan audit BPK, termasuk soal dihilangkannya nama Andi Mallarangeng. Ruki mengatakan bahwa laporan audit investigatif Hambalang masih belum selesai.

(ndr/asy)


Berita Terkait