1. Benahi Sistem Angkutan di Jakarta
|
Jokowi di Kampung Melayu (Foto: Ray Jordan/detikcom)
|
Di Kampung Melayu, Jokowi melihat-lihat angkutan kota yang ada dari mikrolet, bus Kopaja hingga Metromini. Geleng-geleng kepala. Itulah reaksi Jokowi yang melihat kondisi angkutan kota di Jakarta.
"Ini keputusan lapangan. Tadi Kopaja tadi, usia 15 tahun, 30 tahun gimana. Peremajaan, rem nggak kelihatan, spedometernya," kata Jokowi, Rabu (17/10/2012).
Jokowi pun mewanti-wanti Kepala Dinas Perhubungan agar bisa membangun sistem baru. Kopaja, angkutan umum harus dibenahi. Dan yang penting ada kontrol ketat kepada sopir Kopaja.
"Seperti tadi, disiapin uniform tapi nggak pernah dipakai, ditembakin ke orang lain. Pemerintah harus tegas tapi tetap memberikan sesuatu pada mereka," jelasnya.
Jokowi dalam tinjauan lapangan itu pun mengambil kesimpulan perlunya perbaikan sistem sesegera mungkin. "Banyak, banyak, banyak, banyak sekali yang harus diperbaiki. Diubah, dirumuskan sehingga nanti ketemu sistem yang benar," tuturnya.
2. Perbaiki Rumah Susun Tanah Tinggi
|
Jokowi di Rustanti (Foto: Ray Jordan/detikcom)
|
"Perlu di-upgrade lagi agar lebih layak," ujar Jokowi di Tanah Tingi, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2012).
Jokowi ingin agar kompleks Rustanti ditata kembali. Menurut dia, ruang terbuka hijau harus ditambahkan.
"Ruang hijaunya harus ada. Kampungnya harus ditata lagi, harus ada ruang publik untuk interaksi warga juga," jelas Jokowi.
3. Perbaiki dan Promosikan Rusunawa Marunda ke Lapangan
|
Jokowi di Rusunawa Marunda (Foto: Ahmad Juwari/detikcom)
|
"Padahal sudah sejak 2007 banyak jendela yang pintunya copot, tadi saya perintahkan untuk diperbaiki. Masyarakat yang berpendapatan rendah masuk sini, tapi juga fasilitas disiapkan," jelas Jokowi di Marunda, Kamis (18/10/2012).
Jokowi memberikan keterangan kepada pers di depan rusunawa sambil berteduh di bawah pohon kelapa. Hanya 7 blok saja yang dihuni, sisanya kosong dan rusak seiring waktu. Jokowi menegaskan, nantinya di kawasan rusunawa ini akan dibangun sejumlah fasilitas penunjang agar warga mau tinggal di kawasan ini.
"Ada Puskesmas, untuk angkutan nanti saya carikan CSR dari bank-bank. Bus seperti Kopaja atau Mikrolet biar dikelola RT di sini," imbuh pria yang mengenakan kemaja putih dan bersepatu kanvas ini.
Jokowi menilai, warga enggan masuk dan tinggal di lokasi Marunda ini karena fasilitas pendukung belum memadai. Yang menjadi persoalan utama, tidak ada angkutan umum.
"Jauh dari dari azas ekonomi, perlu transportasi, nanti dikelola masyarakat di sini," imbuhnya.
Dia meminta agar instansi terkait sesegera mungkin menyelesaikan urusan rusunawa ini. "Nanti bulan depan diperbaiki, Januari dan Februari bisa dicek," tuturnya.
Selain itu, Jokowi juga mengkritik soal pemasaran rusunawa melalui situs internet. "Jangan lewat web Pak. Kalau di sini langsung saja. Ke Kawasan-kawasan kumuh itu," tegas Jokowi.
Jokowi bertanya alasan masih banyak kosongnya Rusunawa Marunda. Dia mempertanyakan cara pemasaran yang dilakukan oleh bawahannya selama ini.
"Berati masih ada 19 yang kosong. Terus cara pengisiannya seperti apa?" tanya Jokowi yang mengenakan pakaian dinas lapangannya berupa kemeja putih lengan panjang yang dilipat.
"Pendaftar sudah banyak. Kami akan publikasikan melalui web dan sebagainya," kata petugas itu.
Belum sempat petugas menjelaskan secara keseluruhan, Jokowi pun memotong pembicaraannya. Jokowi menganggap strategi pemasaran rusunawa dengan web tidak tepat.
"Jangan lewat web Pak. Kalau di sini langsung saja. Ke Kawasan-kawasan kumuh itu, kanan kiri rel diberi pengumuman, ini ini ini... gitu," tuturnya dengan wajah serius.
"Iya Pak, nanti akan kita koordinasikan. Kebetulan hari ini Pak, ada koordinasi dengan Pak walikota Jakarta Utara," tutur petugas yang berbeda.
Namun Jokowi lagi-lagi menengahi omongan sang petugas. Pemasaran lewat web sangat merugikan masyarakat ekonomi lemah.
"Kalau web nanti yang beli yang kaya-kaya lagi," tuturnya.
Jokowi mengatakan rusunawa ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Maka pemasarannya pun harus disesuaikan dengan hal tersebut.
4. Bersihkan dan Bangun Taman di BKT
|
Foto: Hasan Al-Habshy/detikcom
|
"Saya ingin nunjukin ke kepala dinas ada enceng gondok banyak sekali," ujar Jokowi di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (18/10/2012).
Tidak hanya memerintahkan membersihkan enceng gondok, Jokowi meminta agar di samping kiri dan kanan BKT, di bangun tempat rekreasi dan bangku taman. " Untuk refreshing warga," ucap Jokowi.
Khusus BKT, Jokowi menilai ada beberapa titik air yang tidak terserap masuk ke dalam BKT. "Kecil-kecil seperti ini detail. Kerja itu harus detail biar BKT maksimal," jelasnya.
5. Persiapkan Pembangunan Kampung Deret
|
Jokowi bersama Dahlan Iskan membahas kampung deret (Foto: Hasan Al-Habshy/detikcom)
|
Setibanya di Bukit Duri, Jokowi langsung menyambangi Sanggar Ciliwung, rumah yang dijadikan tempat warga melakukan beragam aktivitas.
Di dalam rumah tersebut, Jokowi yang didampingi Sekretaris Daerah, Fadjar Panjaitan, Kepala Dinas Perumahan, Novizal, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Ery Basworo, langsung melakukan presentasi mengenai konsep kampung deret di kawasan tersebut.
"Saya ke sini membawa dinas terkait, ada juga Walikota. Saya ingin memperjelas, kalau ini dibuat kampung susun, deret, seperti apa konsep dan idenya itu sudah ada. Seperti tanahnya, aturannya, ketabrak nggak? Kemudian masyarakatnya," ujar Jokowi yang terbalut kemeja warna putih itu.
Jokowi mengaku sudah memerintahkan Kadis PU untuk segera melakukan pengukuran terkait rencana pembangunan tersebut. "Bisa nggak? Kalau bisa akan saya putuskan segera," katanya.
Jokowi pun memberikan waktu selama satu minggu kepada warga dan aparat perangkat daerah yang hadir untuk mendiskusikan apakah setuju atau tidak dibangun tempat tinggal berkonsep kampung deret di daerah tersebut.
"Apa warga setuju? Berapa biayanya? Berapa luas bangunan dan sungainya? Berapa estimasi biayanya? Nanti minggu depan, saya kembali lagi," ungkapnya.
6. Pasang CCTV di Seluruh Kantor Dinas Pemprov DKI
|
Jokowi bersama Ahok memimpin rapat di Balai Kota (Foto: Hasan Al-Habshy/detikcom)
|
"Gubernur usul CCTV dipasang di seluruh kantor-kantor dinas negeri di depan halaman. Tujuannya agar kami bisa memantau pegawai-pegawai yang bolos atau tidak masuk kerja," kata Ahok di ruang kerjanya, di lantai 2 Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2012).
Ahok menjelaskan tahap awal pemasangan CCTV bakal dimulai di Kepulauan Seribu.
"Karena, saya dapat laporan langsung dari masyarakat kalau lurahnya sering datang ke kantor tidak memakai baju dinas dan banyak informasi yang beredar, pegawainya jarang masuk," papar Ahok.
Ia berharap program pemasangan CCTV segera direalisasikan. "Saya harap 3 bulan harus ada hasil," ujar mantan Bupati Belitung Timur ini.
Apa konsekuensi pegawai yang bolos? "Ya dicopot," jawab Ahok yang terbalut baju dinas warna coklat ini.
Halaman 2 dari 7











































