"Kalau bisa mah efektif banget. Bayangin kalau rapat saya tinggal naik turun lift, semuanya kumpul dalam satu gedung. Cuma masalahnya cukup nggak gedung kita ini?" ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Menurut dia, jika kelak direalisasikan maka keputusan itu bukan sekadar ujug-ujug tanpa pertimbangan. Tentunya keputusan itu lahir dari penghitungan yang matang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ahok sangat sayang jika ruang di Balai Kota kurang mampu menampung pegawai, lantas penyelesaiannya dengan membongkar tembok. Maka itu renovasi gedung jika diperlukan harus menggunakan standar baru.
"Coba lihat ruang kerja saya, sekarang ini saya tambahkan satu meja untuk rapat. Jadi saya sambil kerja, staf saya bisa sambil rapat depan saya. Jadi saya tidak ada ruang pribadi. Saya tidak ingin ada satu orang kuasai ruangan sendiri," papar Ahok.
Jadi nggak ada ruang pribadi? "Ruang pribadi ada, toilet. Saya tinggal masuk saya kunci jadi ruang pribadi kan. Yang penting ada kamar untuk ganti," ucap Ahok.
(/nwk)










































