Menurut Ruki, audit Hambalang saat ini belum selesai. "Yang jelas, pemeriksaan Hambalang belum selesai. Sekarang masih dibicarakan di tingkat badan. Nanti auditor-auditor yang sedang melaksanakan investigasi akan melaporkan ke tingkat badan," kata Ruki kepada wartawan seusai rapat di kantor Kementerian Keuangan di Gedung Djuanda 1, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2012).
Ruki menjelaskan sidang untuk pemeriksaan audit Hambalang ini tidak hanya sekali. "Seingat saya yang kemarin itu sudah yang ketiga kalinya," kata Ruki yang menjadi ketua pengarah audit ini.
Terkait dengan proses audit, Ruki menjanjikan pihaknya akan mengontrol apa saja yang tertuang dalam laporan. "Jadi kita betul-betul, badan mengontrol betul apa yang ditemukan dan tertuang dalam laporan. Kita akan melakukan kroscek. Tapi yang jelas belum selesai. Kita masih kasih target sampai minggu depan," ujar Ruki.
"Jadi, tidak ada intervensi, pak?" tanya wartawan. "Tidak ada intervensi, setahu saya tidak ada intervensi. Belum selesailah," jawab Ruki.
Saat ditanya mengenai pernyataannya di Harian Kompas bahwa nama Andi Mallarangeng dicoret dari laporan audit, Ruki hanya mengatakan bahwa laporan belum selesai disusun. "Laporan belum selesai, tapi pemeriksaannya sudah berjalan dan sudah sesuai dengan arahan-arahan. Tapi laporannya belum selesai," jelas Ruki.
"Itu yang saya katakan bahwa laporan ini belum saatnya diselenggarakan dalam sidang. Laporan tidak bisa ditandatangani oleh satu orang oleh saya sendiri, tapi harus disetujui oleh seluruh anggota BPK yang ada dalam satu badan. Sehingga kuorumnya tercapai yaitu 9," imbuh dia.
Ditanya kembali mengenai dugaan intervensi sehingga nama Andi Mallarangeng ditiadakan di laporan audit, Ruki menjawab, "Lho saya yang intervensi? Saya ditunjuk sebagai badan pengarah. Kalau saya sebagai pengarah kemudian diam saja, harus dibedakan intervensi dan pengarah. Saya ini pengarah mencegah terjadinya distorsi."
Sebelumnya di Harian Kompas edisi Jumat (19/10/2012), Ruki menyebut nama Menpora dan korporasi yang menerima aliran dana dalam audit Hambalang ditiadakan dalam laporan. Ruki memberi sinyal ada intervensi dalam hasil akhir audit terkait kasus Hambalang itu.
"Tidak ada nama Menpora dan korporasi-korporasi yang menerima aliran dana dalam, laporan tersebut. Saya meminta tim pemeriksa untuk memperbaiki laporannya," jelas Ruki.
Karenanya, Ruki mengaku tidak mau membubuhkan tanda tangan dalam laporan itu. Bukan hanya nama Andi, Ruki juga menuturkan dalam proyek itu, ada juga perusahaan PT Dutasari Citralaras, PT Adhi Karya yang namanya tidak tercantum. PT Dutasari ini terkait dengan istri Ketum PD Anas Urbaningrum, Athiyyah Laila yang pernah menjadi komisaris. Athiyyah pun sudah diperiksa KPK.
Dalam berita Kompas juga disebutkan bahwa selaku pengarah pemeriksa investigatif, audit proyek itu sudah dilaporkan kepadanya beberapa minggu lalu. Dalam sidang anggota BPK pada 17 Oktober 2012, nama Andi dan korporasi itu tidak dimasukkan dalam kesimpulan laporan.
"Saya tidak habis pikir, mengapa nama Menpora dan perusahaan kontraktor tidak masuk. Sebagai menteri ia pasti mengetahui proyek tersebut. Saya menduga ada intervensi dalam pembuatan laporan tersebut," kata Ruki.
(asy/nrl)











































