"Anggota masih melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap taksi tersebut," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Informasi dari Polda Metro Jaya, peristiwa perampokan ini terjadi pada tanggal 15 Oktober 2012. Namun, korban baru melaporkan kasus tersebut dua hari setelahnya tepatnya tanggal 17 Oktober 2012 pukul 19.27 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sesampainya di Jl Diponegoro, dua orang pria tiba-tiba naik melalui pintu kiri dan kanan jok belakang. Kedua pria itu kemudian menghimpit dan memegangi korban.
Sesampainya di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, sopir taxi mengambil kartu ATM BCA, Bank Mandiri, Mandiri Syariah, Danamon milik korban dan memaksa korban memberitahukan PIN ATM. Setelah berhasil mengambil kartu ATM tersebut, sopir taksi kemudian menyerahkan kartu ATM berikut PIN kepada orang lain yang berada di luar taxi berikut.
Setelah itu dua pelaku yang duduk di kursi belakang mengambil barang-barang korban di antaranya jam tangan, cincin emas putih, giwang emas putih, laptop JP, Samsung Galaxy Note dan uang tunai Rp 300 ribu.
Selanjutnya korban dibawa putar-putar di daerah Kemayoran dan berhenti di Bungur. Kemudian sopir taxi membungkus barang-barang yang diambilnya dan ada orang lain yang mengambil barang ke taksi, lalu kartu ATM korban dikembalikan, kecuali ATM BCA masih sama pelaku.
(mei/aan)











































