Kalimat itu muncul menanggapi suasana panas antara KPK dan Polri. Kecaman datang bertubi-tubi dari publik atas sikap polisi yang dinilai arogan mendatangi Gedung KPK untuk berkoordinasi dalam upaya penegakan hukum penyidik Polri yang ditugaskan di KPK, Kompol Novel Baswedan.
Ucapan perwira tersebut menyiratkan bagaimanapun polisi dicaci, tetap saja polisi dicari. Untuk urusan kemacetan polisi harus turun tangan, belum lagi pengamanan dalam setiap gelaran acara. Bila diamati, tugas Korps Bhayangkara ini memang padat. Bagaimana tidak, dari urusan pencurian pakaian dalam sampai dengan korupsi, narkotika, dan teroris, polisi lah yang turun tangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2012
1. Briptu Andi Safa dan Brigadir Sudirman hilang sejak Senin (8/10/2012). Keduanya ditemukan tewas terkubur dalam satu lubang di Dusun Taman Jeka, Desa Masani, Poso, Selasa (16/10/2012). Dari hasil pemeriksaan, pada leher keduanya terdapat luka yang diduga akibat gorokan senjata tajam.
2. Bripka Dwi Data Subekti (53), tewas dengan empat luka tembakan di pos polisi di Singosaren Plasa, Serengan, Solo, sekitar pukul 21.00 WIB, Kamis (30/8).
3. Bripda Suherman, anggota Densus 88, gugur saat menyergap dua terduga teroris di Jl Veteran, Solo, Jumat (31/8) malam. Dia tertembak di bagian perut. Dua terduga teroris juga tewas dalam baku tembak itu. Suherman adalah polisi yang melakukan penangkapan terhadap penyelundupan 1,4 juta butir ekstasi dari China ke Tanjung Priok, Jakarta.
4. Peristiwa mengenaskan menimpa seorang anggota Polres Tolikara, Papua, Bripda Jefrry L Runtoboy. Jefrry tewas ditembak sebanyak 14 kali oleh orang tak dikenal. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIT di Desa Milineri, Distrik Wenan, Papua, Senin (10/9/2012).
5. Brigadir Polisi Yohan Kisiwaitoi, anggota Sub Sabhara Polres Paniai yang ditembak OPM di ujung Bandara Enarotali, Paniai, Selasa (21/8). Tembakan tersebut menembus dada kiri korban.
6. Anggota Kepolisian Resor Keerom, Brigadir Polisi Satu Sudirman Atang Sabil tewas ditusuk orang tak dikenal. Sebelumnya, tubuh Sudirman ditemukan kritis di Gedung Pramuka Buper Waena, Jayapura, Papua, Selasa (17/4), dan dievakuasi ke RS Dian Harapan, dan meninggal pada pukul 21.10 WIT.
2011
7. Dua anggota Brimob dari Satuan Gegana Mabes Polri tewas dengan luka tembak di kepala saat dihadang sebuah kelompok di Kali Semen, Kampung Wandinggoba, Mulia, Puncak Jaya. Mereka adalah Bripda Feriyanto Kaluku dan Bripda Eko Afriansyah yang tengah melakukan evakuasi terhadap pasien malaria, Sabtu (3/12).
Seorang lagi adalah Bripda Ridwan Napitupulu yang dipanah oleh sekolompok orang tak dikenal. Ridwan sebelumnya berhasil diselamatkan dan dilarikan ke Rumah Sakit, namun pada Senin (5/12) dini hari, dirinya meninggal dunia di RS Bhayangkara Jayapura.
8. Kompol Dominggus Awes tewas saat menjabat sebagai Kapolsek Mulia, Puncak Jaya. Dominggus ditembak orang tak dikenal di Bandara Mulia 24 Oktober 2011. Ia ditembak menggunakan senjatanya sendiri yang direbut pelaku.
2010
9. Brigadir Satu Sahrul Mahulau, anggota Brimob Polda Papua, Senin (15/2) sekitar 11.15 WIT, tewas ditembak saat bertugas di Mulia, ibu kota Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Senjata laras panjang yang dibawanya dirampas pelaku.
10. Rabu 25 Mei, tiga anggota Polda Sulteng diberondong tembakan oleh orang tidak dikenal. Penembakan itu terjadi pukul 11.30 Wita di pos penjagaan areal parkir BCA Cabang Palu. Korban tewas masing-masing berasal dari Makassar Sulawesi Selatan, bernama Bripda Januar Yudistira Pranata Putra, 21, dan Bripda A Ibrar Prawiro, 21. Yudistira mengalami luka tembak di dada kanan, lambung kiri, serta leher. Sementara itu, Ibrar tertembak di kepala, dada, dan lengan kanan.
11. Tiga polisi tewas tertembak dalam penggerebekan teroris di Nangroe Aceh Darussalam, Kamis (4/3). Mereka adalah Briptu Boas Waosiri dari Densus 88/Antiteror. Boas tewas di daerah Kampung Lamkabeu, Desa Lamteuba, Aceh besar. Selain itu, dua anggota Brimob Polda NAD yang tewas adalah Bripda Darmansyah dan Bripda Henri Kusumo. Dari perbincangan dengan beberapa anggota kepolisian, Boas tewas dalam kondisi memeluk erat senjatanya. Diduga Boas berupaya mempertahankan senjata tersebut agar tidak berpindah ke tangan kelompok teror.
12. Tiga anggota Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut, tewas setelah diserang sekelompok orang bersenjata, Rabu (22/9) dinihari. Ketiga korban tewas yakni Bripka Irswandi, Aiptu Sinulingga dan Aiptu Deto. Diketahui kelompok tersebut adalah pimpinan Fadli Sadama, yang merupakan kelompok teroris yang dana pembelian senjatanya didaapt dari penjualan narkotika.
13. Anggota Brimob Polda Sumut, Briptu M Simanjuntak tewas diterjang timah panas kawanan teroris yang merampok Bank CIMB Niaga, Rabu (18/08) pukul 12.00 WIB.
Menanggapi rentetan anggota Polri yang tewas tersebut, Wakapolri Komjen Nanan Sukarna mengatakan sudah menjadi risiko seorang polisi ketika nyawa menjadi pertaruhan dalam mengemban tugas kepolisian .
"Berkorban jiwa raga untuk masyarakat, bangsa dan negara adalah kehormatan tertinggi buat seorang anggota Polri," kata Nanan saat berbincang dengan detikcom, Jumat (19/10/2012).
"Oleh karenanya tentu pimpinan Polri dan seluruh keluarga besar Polri menyampaikan duka cita yang dalam, penghargaaan setinggi-tingginya kepada setiap anggota Polri yang gugur di front line of duty. Tugas pimpinan selanjutnya tentu harus maksimal memberikan atensi kepada keuarga yang ditinggalkan," imbuhnya.
(ahy/trq)











































