Tak ada lelah yang tampak di wajahnya. Pantauan detikcom selama 3 hari mengikuti kegiatan Jokowi dalam melakukan peninjauan, tak tampak penjagaan ketat terhadap sang gubernur. Bahkan saat berlepas dari kantornya di Balaikota DKI, sepeda motor kawalan (voridjer) pun hanya mengawal dari belakang mobilnya, bukan dari depan seperti kebanyakan pejabat negara lainnya.
Jokowi punya alasan tersendiri terkait keengganan penggunaan voridjer ini. "Biar bisa ngerasain macetnya Jakarta. Biar ada inspirasi untuk mengatasi kemacetan Jakarta," ujar di Balaikota pada Selasa (16/10) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu juga tak tampak penjagaan ketat dari petugas Satpol PP yang biasa mengawal gubernur. Masyarakat pun bebas untuk untuk bersalaman, bahkan minta poto bersama dirinya.
"Gimana fotonya? Ganteng gak saya?," tanya Jokowi pada salah seorang warga Rusunawa Marunda, Jakarta Utara.
"Lumayan ganteng Pak," jawab warga.
"Loh, masak lumayan?, ya ganteng lah," ujar Jokowi sambil tertawa.
Jokowi juga belum pernah terlihat pakai baju dinas kala berkunjung menyapa warga. Tapi, bukan berarti Jokowi enggan memakai baju itu. Jokowi berkelakar, baju dinasnya belum kering.
"Belum kering, kan hujan," kata Jokowi saat ditanya wartawan di balai kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (18/10).
Dirinya mengaku lebih nyaman bila menggunakan baju biasa. "Kalau seragam dengan pangkat yang gede-gede, rakyat mereka akan segan akan jaga jarak dengan. Kalau pakai seperti ini saya sama jadi lebih dekat," jelasnya.
(jor/fdn)











































