Denyut Pasar Malam di Taiwan

Laporan dari Taiwan

Denyut Pasar Malam di Taiwan

- detikNews
Jumat, 19 Okt 2012 03:56 WIB
Denyut Pasar Malam di Taiwan
Pasar malam di Thaicung, Taiwan (Foto: Ramdhan/detikcom)
Taichung, - Momen pilgub DKI Jakarta memunculkan baju kotak-kotak Jokowi dengan motif kombinasi merah, hitam dan putih. Baju ini populer selama pilgub dan sangat mudah diperoleh di Jakarta. Namun ternyata, popolaritas baju Jokowi tidak hanya selama pilgub atau di Jakarta saja. Baju khas milik Jokowi yang saat ini menduduki kursi orang nomor satu di Jakarta tersebut juga dapat ditemui di luar negeri.

Saat detikcom berkunjung ke pasar malam Feng Chia di Taichung, Taiwan, Kamis (18/10/2012) malam, beberapa toko butik memajang sederet baju yang sangat mirip dengan baju kotak-kotak Jokowi. Baju kotak-kotak itu dibandrol dengan harga NT$ 690 atau setara dengan Rp 225 ribu. Ini untuk ukuran dewasa. Ada juga kaos untuk anak-anak dengan motif sama namun berlengan pendek warna putih dibandrol harga NT$190 atau setara dengan Rp 63 ribu.

Penjual toko menjajakan baju kotak-kotak khas Jokowi tentu hanya faktor kebetulan produk yang sama, bukan karena pilgub ataupun popularitas Jokowi. Karena baju dengan motif kotak-kotak sudah dipasarkan sebelum pilgub DKI. Saat dikunjungi, belum ada pembeli yang membeli baju itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, Jokowi secara mendadak membeli baju kotak-kotak di pasar tak lama sebelum pergi ke kantor KPU DKI Jakarta untuk mendaftar sebagai cagub DKI Jakarta pada 19 Maret lalu. Tak disangka, baju tersebut lalu menjadi simbol khas Jokowi dan bak 'menyihir' masyarakat selama event pilgub berlangsung. Karena baju ini juga popularits Jokowi terdongkrak dan mudah dikenali pemilihnya.


Pasar Malam Feng Chia

Pasar malam bukan lagi hal asing di telinga. Hampir di setiap kota-kota besar biasanya menyuguhkan pasar malam sebagai 'wisata' malam yang mengasikkan untuk belanja. Begitupun di Taiwan.

Taichung, salah satu kota besar di Taiwan bagian tengah.Di kota yang menjadi pusat industri handstool dan waterware ini terdapat tiga pasar malam. Pasar malam terbesar adalah Feng Chia Night Market yang terletak di jalan Fuxing, jalan Wenhua, dan jalan Feng Chia. Berjarak sekitar 1 km dari Universitas Feng Chia.

Pasar ini menjajakan berbagai macam produk butik, makanan, asesoris handphone, sepatu, mainan, pakaian bayi, hingga perlengkapan hewan piaraan. Pasar ini beroperasi setiap hari sejak pukul 16.30 hingga 22.30 waktu setempat.

"Semua ada di pasar ini hingga makanan. Barang-barangnya bagus dan tidak kalah dengan lainnya," ujar Cindy Huang, salah seorang warga Taiwan saat berbincang.

Pemerintah kota Taichung memberikan perhatian besar terhadap pasar malam-pasar malam di wilayahnya. Hal itu bisa dilihat dari fasilitas yang terdapat di kawasan pasar malam. Tertata dan cukup rapih. Setiap lapak menempati ruang-ruang yang telah disiapkan, berukuran 2,5x3,5 meter. Ada juga yang berukuran lebih kecil 2x3 meter. Ada juga yang menempati toko. Lingkungan pasar juga cukup bersih. Semakin malam, makin ramai warga lokal yang berkunjung.

Meski demikian, harga barang-barang di pasar malam ini cukup mahal. Apalagi jika harga tersebut ditransfer ke mata uang rupiah. Sebagai contoh harga baju Jokowi tadi. Sebuah baju bayi yang juga banyak ditemui di Jakarta, seharga dengan baju Jokowi: NT$ 690! Harga sepatu termurah NT$ 190. Produk-produk yang dijual ternyata umumnya 'made in China' dan 'made in Japan'.

Selain itu, pasar malam di Taiwan menjadi surga kuliner warga setempat. Beraneka makanan khas Taiwan tersuguhkan. Umumnya berupa makanan daging hewan. Tapi untuk muslim, pasar malam di Taiwan bukan pilihan tepat. "Sebaiknya beli makan di mini market atau pesan di hotel. Dapat pesan sesuai menu. Di sini, banyak makanan yang tidak boleh dimakan oleh muslim," ujar Cindy, yang juga pegawai di Taiwan Eksternal Trade Development Council (TAITRA) ini.

(rmd/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads