Mahasiswa Unpam Diduga Dianiaya, Kapolsek: Tunggu Keterangan Dokter

Mahasiswa Unpam Diduga Dianiaya, Kapolsek: Tunggu Keterangan Dokter

Salmah Muslimah - detikNews
Kamis, 18 Okt 2012 23:42 WIB
Mahasiswa Unpam Diduga Dianiaya, Kapolsek: Tunggu Keterangan Dokter
Jakarta - Pasca bentrokan di Universitas Pamulang, Kapolsek Pamulang, Kompol Much Nasir tidak mengetahui dugaan penganiayaan terhadap seorang mahasiswa yang digelandang ke Mapolsek Pamulang. Karena kondisi saat itu sedang ramai sedangkan dirinya lagi memberikan arahan kepada anggotanya.

"Nah itukan saya tidak melihat secara langsung yah, karena situasi juga ramai dan saya juga ada di dalam untuk memberikan masukan kepada anggota agar tidak anarkis," ujar Kapolsek Pamulang, Kompol Much Nasir kepada detikcom, di Polsek Pamulang Jalan Surya Kencana 1, Pamulang, Tanggerang Selatan, Kamis (18/10/2012).

Nasir mengatakan nantinya jika ada yang mempertanyakan masalah tersebut
dapat kita buktikan setelah dilakukan pemeriksaan.

"Kalau nanti ada dipersangkakan yang seperti itu ya kita buktikan nanti. Karena dokter yang bisa memberikan keterangan luka-luka ini akibat benturan benda tajam atau tumpul," ujarnya.

Nasir menegaskan saat terjadi bentrokan pihaknya sedang fokus pada pengamanan dan tidak melakukan perlawanan terhadap mahasiswa yang berdemonstrasi. "Tidak ada, kita fokus pada pengamanan kok. Proses ini kan bukan seperti pengejaran. Ini kan cuma pengamanan kegiatan demontrasi itu," tegasnya.

Nasir membantah jika pada saat itu ada mahasiswa yang mengalami luka lebam-lebam pada tubuhnya. Ia menambahkan pada saat itu tidak mungkin terjadi perkelahian di kantornya.

"Kita dalam proses penyelidikan yang kita perlukan adalah alat bukti, keterangan saksi dan bukti-bukti yg menguatkan. Dia tidak mengaku ya tidak apa-apa tapi alat bukti yang kita temukan dari keterangan saksi lain nah ini menguatkan dan sedang dalam proses," tandasnya.

Saat bentrok dengan polisi, perut Feri Iriawan (22) tiba-tiba tertembus peluru. Sedangkan Jundy mengalami lebam di bagian muka dan dada, kepalanya pun bocor. Menurut rekannya, kondisi ini dialami Jundy setelah diperiksa polisi.

"Pada saat dibawa ke Polsek, wajahnya seperti biasa namun ketika dibawa ke RSUD, kita sudah tidak kenali lagi mukanya. Sudah lebam di bagian muka dan dada. Kepala tadi bocor dan sudah dijahit," kata Ranti.

Menurut Ranti, Jundy sempat sadarkan diri. "Jundy sempat sadar dan mengatakan dianiaya oleh anggota kepolisian di Polsek Pamulang dengan cara dipukul dan diinjak," ujar Ranti.

(edo/fdn)


Berita Terkait