"Itu kan kata mereka. Kapolres kan sudah bicara sama dokter. Dan dokter nanti akan memberikan hasil laporan lengkap," ujar Kapolsek Pamulang, Kompol Much Nasir, di Polsek Pamulang Jalan Surya Kencana 1, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (18/10/2012) malam.
Benarkan Jundy mengalami luka parah setelah diperiksa polisi? "Karena sakitnya ada luka dalam, dilemparlah ke RSUD karena di sana peralatannya lebih intensif dan lengkap," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak satupun, kita fokus pada upaya provoksi apalagi ada benturan. Dan pada saat itu Polsek Pamulang hanya menurunkan 20 orang anggota, sementara anggota Brimob-pun satu komando, jadi tidak ada yang masuk ke kampus.
Nanti kita buktikan saja lebam itu akibat apa," terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya puluhan mahasiswa berunjuk rasa di Universitas Pamulang kala Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna datang ke kampus mereka. Alasan demo itu menurut Kapolsek Pamulang Kompol Muchamad Nasir karena para mahasiswa menolak polisi masuk kampus. Namun demo berubah anarki sehingga terjadi kericuhan antara mahasiswa dan polisi.
Saat bentrok dengan polisi, perut Feri Iriawan (22) tiba-tiba tertembus peluru. Sedangkan Jundy mengalami lebam di bagian muka dan dada, kepalanya pun bocor. Menurut rekannya, kondisi ini dialami Jundy setelah diperiksa polisi.
"Pada saat dibawa ke Polsek, wajahnya seperti biasa namun ketika dibawa ke RSUD, kita sudah tidak kenali lagi mukanya. Sudah lebam di bagian muka dan dada. Kepala tadi bocor dan sudah dijahit," kata Ranti.
Menurut Ranti, Jundy sempat sadarkan diri. "Jundy sempat sadar dan mengatakan dianiaya oleh anggota kepolisian di Polsek Pamulang dengan cara dipukul dan diinjak," ujar Ranti.
(edo/)










































