Jundy Fajrin (19) belum sadar diri setelah mengalami luka di kepala menyusul bentrokan mahasiswa dan polisi di Universitas Pamulang. Ia sempat diciduk polisi.
Mahasiswa Teknik Elektro semester 3 terus memejamkan mata dan dirawat di ruang UGD RSUD Tangerang Selatan, Jalan Pajajaran Raya, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (18/10/2012).
Jundy yang mengenakan baju batik baju batik warna biru juga mengalami luka di bagian bibirnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang berprofesi sebagai guru SMA Islam Harapan Ibu, Pondok Pinang, ini berharap pihak kampus memberikan penjelasan terkait insiden bentrokan itu.
"Kalau benar dia dianiaya itu sangat disayangkan. Saya belum tahu akan melapor ke polisi atau tidak tentang yang dialami anak saya," ujar Sukirman yang masih sanggup membayar biaya perawatan putranya itu.
Ranti, teman Jundy menceritakan Jundy sempat dibawa ke Polsek Pamulang sesudah kedatangan Wakapolri Konjen Pol Nanan Sukarna ke Universitas Pamulang.
"Pada saat dibawa ke Polsek, wajahnya seperti biasa namun ketika dibawa ke RSUD, kita sudah tidak kenali lagi mukanya. Sudah lebam di bagian muka dan dada. Kepala tadi bocor dan sudah dijahit," kata Ranti.
Menurut Ranti, Jundy sempat sadarkan diri.
"Jundy sempat sadar dan mengatakan dianiaya oleh anggota kepolisian di Polsek Pamulang dengan cara dipukul dan diinjak," ujar Ranti.
(aan/ndr)










































