"Mudahan-mudahan ini bisa diusut dengan tuntas, bentuknya adalah keadaan emosional dari nenek. Dianggap anaknya ini nakal dan tidak bisa diberitahu lalu dicubit, dipukul, disundut rokok dan diseterika," kata Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, di Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya II, Kamis (18/10/2012).
Kak Seto mendampingi ayah kandung bocah tersebut untuk membuat laporan di Polres Jakarta Selatan. Dia berharap kekerasan ini bisa diusut sampai tuntas. "Sementara ini yang dilaporkan adalah nenek tiri berinisial M dan rencananya anak tersebut akan divisum di RSCM besok," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namanya anak, sebandel-bandelnya, kita lihat anak kita dicubit orang lain pasti kita marah. Apalagi kalau anak disakiti oleh keluarga sendiri, orang yang ada di dekat kita sendiri," katanya.
Kasus ini berawal ketika puluhan ibu rumah tangga di kawasan Cirendeu, Ciputat Timur, mengetahui adanya kekerasan yang dialami oleh seorang bocah di kawasan itu. Kekerasan ini diduga dilakukan oleh nenek tiri anak itu.
Warga kawasan itu kemudian melaporkan aksi kekerasan itu ke Komnas Perlindungan Anak. Kemudian Kak Seto yang rumahnya tak jauh dengan rumah korban datang untuk mengeceknya. Akhirnya kasus itu dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan.
(nal/nrl)










































