Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) membantah keras terlibat dalam pembunuhan dua polisi di Poso. JAT menyebut tudingan yang diarahkan kepada organisasi pimpinan Abu Bakar Ba'asyir itu fitnah keji yang sengaja dihembuskan untuk mengalihkan perhatian dari berbagai persoalan yang melibatkan institusi hukum di tanah air.
"Itu hanya pengalihan perhatian dari persoalan-persoalan yang terjadi akhir-akhir ini. Karena ada berbagai persoalan hukum yang membelit institusi hukum. Kita dengar juga tahun ini juga akan ada tersangka baru kasus Bank Century. Karena itu dicarikan pengalihan perhatian," ujar Sekretaris Pusat JAT, Abdurrochman, saat ditemui wartawan di kantor pusat JAT, Jalan Semen Romo No 58, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Kamis (18/10/2012).
Sebelumnya, Kepala BIN, Marciano Norman, mengatakan dari berbagai informasi yang berhasil dikumpulkan, ada indikasi keterlibatan JAT dalam peristiwa penculikan dua anggota polisi di Poso, Sulteng, yang kemudian keduanya ditemukan dalam kondisi tewas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdurrochman menegaskan tudingan itu sebagai fitnah karena tidak disertai disertai bukti-bukti yang cukup.
Dua polisi yang jadi korban pembunuhan adalah Briptu Andi dan Brigadir Sudirman. Keduanya hilang sejak Senin (8/10/2012). Setelah dicari selama beberapa hari, ternyata keduanya sudah tidak bernyawa dan dikubur satu lubang di Dusun Taman Jeka, Desa Masani, Poso, Selasa (16/10/2012). Dari hasil pemeriksaan, leher keduanya terdapat luka yang diduga akibat gorokan senjata tajam.
(mbr/trw)










































