Ribuan Orang Ikuti Apel Siaga Bencana di Semarang

Ribuan Orang Ikuti Apel Siaga Bencana di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 18 Okt 2012 11:10 WIB
Ribuan Orang Ikuti Apel Siaga Bencana di Semarang
Foto: angling adhitya p/detikcom
Semarang - Memasuki masa pancaroba yaitu transisi dari musim kemarau ke musim hujan, risiko terjadinya bencana semakin meningkat. Untuk mengantisipasi, Pemerintahan Kota Semarang menggelar apel siaga yang diikuti 1.200 orang dari berbagai elemen untuk menghadapi bencana alam.

Peserta apel siaga bencana terdiri dari Basarnas, TNI, POLRI, komunitas peduli bencana, Linmas, pramuka, damkar, Satpol PP, SAR, PKK dan perwakilan dari beberapa rumah sakit di Semarang.

"Apel dimaksudkan untuk menggugah kesiapsiagaan masyarakat terhadap musim hujan yang menurut BMKG akan dimulai November," kata kepala seksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Purwadi di sela apel di lapangan Kalisari, Jl Dr Sutomo, Semarang, Kamis (18/10/2012).

Plt Sekda Kota Semarang, Adi Trihananto mengatakan pihaknya sudah memetakan titik rawan bencana di Kota Semarang sesuai dengan jenis bencana alamnya.

"Semarang punya topografi berbeda-beda. Daerah bawah yaitu Semarang Utara rawan banjir dan genangan air bah seperti daerah Genuk dan sebagainya. Lalu daerah dengan kemiringan seperti Lempongsari, Karanganyar Gunung dan Tegalsari, rawan tanah longsor. Potensi tanah gerak berada di Deliksari dan Tinjomoyo," terang Adi.

Usai apel siaga, lanjut Adi, rencananya akan ada simulasi bagi petugas-petugas yang turun langsung dalam penanggulangan bencana. Hal itu dimaksudkan agar penanganan dan koordinasi bisa berjalan teratur apabila bencana benar-benar terjadi.

"Bahkan ada rencana membeli lahan-lahan di tepi pantai untuk perlindungan masyarakat. Akan dilaksanakan jika kajian sudah selesai bulan Oktober ini. Dana yang digunakan Rp 1 miliar," pungkas Adi.

Sementara itu Kepala BPBD Kota Semarang, Iwan Budistyawan menambahkan pihaknya juga menyiapkan kebutuhan logistik berupa makanan cepat saji, selimut, air mineral, cadangan beras 100 ton dan terpal.

"Kami hanya memperoleh anggaran dari pusat. Kamia akan mendapatkan anggaran Rp 10 miliar," tandas Iwan.

Dalam apel siaga yang diikuti 1.200 personel tersebut dipamerkan juga peralatan dan kendaraan yang digunakan untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana. Adapun yang dipamerkan adalah truk pemadam kebakaran, alat berat, truk Dalmas, ambulans dan ATV yang bisa digunakan di berbagai medan.

(alg/trw)


Berita Terkait