Gerindra Soal Hubungan dengan PDIP: Kadang Cemburuan, Kadang Rangkulan

Gerindra Soal Hubungan dengan PDIP: Kadang Cemburuan, Kadang Rangkulan

Ahmad Toriq - detikNews
Kamis, 18 Okt 2012 06:05 WIB
Gerindra Soal Hubungan dengan PDIP: Kadang Cemburuan, Kadang Rangkulan
Jakarta - Hubungan PDIP dengan Gerindra dikabarkan menghangat usai Pilgub DKI. Namun Sekjen Gerindra Ahmad Muzani yakin hubungan partainya dengan PDIP baik-baik saja.

"Saya kira selama ini hubungan dengan PDIP sudah cukup bagus. Namanya orang berhubungan, kadang-kadang cemburu, kadang senang, kadang rangkulan," kata Muzani saat berbincang dengan detikcom, Rabu (17/10/2012) malam.

Muzani meyakini tak ada masalah berarti antara partainya dengan PDIP. Dia yakin PDIP dan Gerindra masih tetap akan berhubungan baik ke depannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal-hal seperti itu tidak mengurangi kemesraan," ujarnya.

Muzani bahkan mengungkap peluang partainya untuk kembali berkoalisi dengan PDIP di Pilgub Jabar. Namun hal itu hanya bisa terwujud jika PDIP juga setuju untuk mengusung aktivis antikorupsi Teten Masduki.

"Prabowo dan Gerindra menominasikan Teten Masduki," tuturnya.

Hubungan PDIP dengan Gerindra memang dikabarkan kian menghangat usai kemenangan keduanya di Pilgub DKI. Suara keras terus dilontarkan elite PDIP setelah survei yang dimunculkan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan Prabowo yang juga capres Partai Gerindra paling diuntungkan atas kemenangan Jokowi.

Megawati juga melempar statement keras dalam pidato politik di rakernas PDIP Surabaya pekan lalu. "Hanya saja Saudara-saudara, di tengah-tengah rasa syukur dan bangga, kita masih juga menyaksikan bagaimana kemenangan Jokowi-Basuki telah membuka jalan bagi banyak pihak untuk mengklaim sebagai yang paling berjasa. Pilkada Jakarta juga telah membuka jalan bagi para "penumpang gelap" untuk ikut menikmati sukses tanpa merasa terganggu sedikitpun secara moral," sindir Megawati, dalam pidato politiknya.

Sebelum Megawati, Taufiq Kiemas juga telah menyatakan kapok berkoalisi dengan Gerindra. Taufiq menyoroti Prabowo Subianto yang juga capres Gerindra yang dianggap menunggangi kemenangan Jokowi.

Partai Gerindra telah berulangkali menegaskan Prabowo tidak menunggangi popularitas Jokowi. Sekjen Gerindra Ahmad Muzani juga telah menegaskan Gerindra dan Prabowo adalah penumpang beridentitas jelas di balik kemenangan Jokowi.

(tor/vid)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini