Kecam Kekerasan TNI AU, Jurnalis Bali Datangi Lanud

Kecam Kekerasan TNI AU, Jurnalis Bali Datangi Lanud

Gede Suardana - detikNews
Rabu, 17 Okt 2012 16:51 WIB
Kecam Kekerasan TNI AU, Jurnalis Bali Datangi Lanud
Foto: gede suardana/detikcom
Denpasar - Aksi mengecam penganiayaan perwira menengah TNI AU kepada wartawan di lokasi jatuhnya pesawat Hawk 200 juga dilakukan di Bali. Mereka mendatangi Pangkalan Udara (Lanud) dan menggelar teatrikal.

Massa mengatasnamakan Solidaritas Jurnalis Bali (SJB). Dalam aksinya, mereka membawa poster yang kecaman terhadap tindakan TNI AU. Mereka juga menggelar aksi teatrikal dan mengumpulkan identitas serta kamera di samping "korban" kekerasan.

Aksi ini sebagai protes terhadap perwira menengah TNI AU, Letkol Robert Simanjuntak, yang menganiaya atau mencekik fotografer Riau Pos, Didik Herwanto, saat meliput peristiwa jatuhnya pesawat Hawk 200 di Riau Selasa (16/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korlap aksi JP Christo mengatakan wartawan Bali menuntut agar Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Imam Sufaat, dicopot dari jabatannya. Pasalnya, kekerasan serupa berulang kali terjadi. Misalnya kekerasan pada jurnalis saat meliput jatuhnya pesawat Fokker 27 di Halim Perdanakusumah, Jakarta.

"KSAU sebagai pimpinan di TNI AU harus bertanggung jawab atas kejadian ini, termasuk Danlanud," kata Christo di Lanud Ngurah Rai, Denpasar, Rabu (17/10/2012).

Sementara Danlanud Ngurah Rai, Letkol Pnb Atang Sudrajat mengaku prihatin atas kejadian kekerasan TNI AU di Riau. "Tidak ada perintah untuk menghalangi kerja wartawan. Wartawan diberikan akses untuk melakukan tugasnya mengumpulkan informasi. Penganiayaan terjadi di Riau itu tidak dapat dibenarkan," katanya.

(gds/trw)


Berita Terkait