"Peserta 400 orang, sekitar 20 negara dari seluruh dunia. ASEAN dan di luar ASEAN, ada orang Argentina, Jepang, Amerika, Australia, Inggris mereka concern dengan masalah di Asia Tenggara. Bicara HAM, perdamaian, konflik yang ada di Asean," ujar Ketua Penyelenggara, Bayu Susetyo dalam acara 'Konferensi Internasional Kedua tentang HAM, Perdamaian dan Konflik di Asia Tenggara' di Hotel Millennium Jalan Fahrudin, Jakarta Pusat, Rabu (17/102012).
Bayu mengatakan tujuan dari acara ini adalah untuk mengubah budaya diam atau 'silent culture' yang ada di ASEAN jika melihat pelanggaran HAM terjadi di depan mata. Menurutnya forum ini juga sebagai sarana komunikasi, dialog, bertukar informasi sekaligus pengalaman dan membangun jaringan sesama aktivis HAM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bayu mengungkapkan hasil dari konferensi ini nantinya untuk memperkuat jaringan dan komitmen bersama dalam penegakan HAM di Asia Tenggara. "Termasuk kemudian menghilangkan 'culture of silent' atau budaya diam. Kita ingin tanggulangi dengan pendidikan HAM, Aktivisme di bidang HAM dan jejaring di bidang HAM," ujar Bayu.
Hadir juga dalam acara ini mantan Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda sebagai pembicara utama. Konferensi yang dijadwalkan pada 17-18 Oktober 2012 ini merupakan kali kedua dan Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah.
Sebelumnya, konferensi pertama dilaksanakan tahun 2010 lalu di Bangkok, Thailand. Konferensi ini akan dijadwalkan rutin setiap dua tahun sekali.
(slm/riz)










































