"Jokowi memang pejabat yang nggak konvensional, dia tipe pejabat yang tidak sok kuasa, tidak sok berwibawa, atau sok penting," kata Dradjad kepada detikcom, Rabu (17/10/2012).
Menurut Dradjad, Jokowi adalah pemimpin yang enggan disebut sebagai ndoro (tuan). Namun memposisikan diri sebagai anak buah atau bawahan agar tetap dekat dengan rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara sosok Gita Wirjawan yang disebut-sebut mulai didorong maju Pilpres 2014 punya karakter sedikit berbeda. Meskipun Gita juga menunjukkan karakter pekerja keras dan tidak prosedural saat bersama-sama Jokowi memindahkan gong pembukaan Trade Expo Indonesia ke-27 yang akan dibuka SBY.
"Kalau Gita tidak semirip Jokowi. Jokowi besar di lingkungan pengusaha kebanyakan. Sementara Gita besar di lingkungan finansial. Orang yang besar di lingkungan finansial ini mau tidak mau beda sikapnya. Jokowi kerah biru karena lahir di lingkungan dekat dengan rakyat, dan Gita kerah putih karena di lingkungan elitis," katanya.
Lalu apakah kedua tokoh ini akan meramaikan Pilpres 2014? "Untuk saat ini masih jauh karena keduanya bukan pengambil keputusan parpol. Memang pemimpin harus dekat dengan rakyat, namun kemudian membuat masyarakat menaruh harapan terlalu tinggi kepada Jokowi," tegasnya.
(van/asy)










































