Demo Anti Kekerasan TNI AU Bubar, Lalin di Istana Lancar

Demo Anti Kekerasan TNI AU Bubar, Lalin di Istana Lancar

Ahmad Juwari - detikNews
Rabu, 17 Okt 2012 11:59 WIB
Demo Anti Kekerasan TNI AU Bubar, Lalin di Istana Lancar
Jakarta - Demonstrasi para jurnalis menentang kekerasan yang dilakukan TNI AU pada wartawan di depan Istana Negara telah selesai. Wartawan membubarkan diri dengan tertib dan lalu lintas sekitar pun lancar.

Sekitar 100 wartawan yang berdemo membubarkan diri dengan menumpang motor masing-masing sekitar pukul 11.20 WIB di kawasan Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2012). Lalu lintas sekitar yang sempat tersendat kembali mencair. Namun sekitar beberapa polisi tetap berjaga-jaga di sekitar Istana.

Di antara peserta aksi terdapat aktivis HAM Usman Hamid. Dia memprotes keras terhadap pemukulan yang dilakukan TNI AU pada wartawan peliput pesawat Hawk jatuh di Kampar, Riau, pada Selasa kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kecelakaan terhadap alutsista TNI seharusnya diketahui masyarakat. Masyarakat berhak tahu melalui fungsi wartawan. Tugas wartawan harus dilindungi bukan malah disikapi sebagai ancaman bahkan diserang dengan kekerasan," kata Usman.

Usman menyebut, dengan adanya peristiwa kemarin, menunjukkan TNI tidak mengerti tugas dan fungsinya. TNI dilatih untuk mahir berperang melawan penjajah bukan melakukan kekerasan terhadap rakyatnya termasuk wartawan.

"Dalam kasus seperti ini, tidak ada hukuman yang tegas dan setimpal. Mereka merasa tidak akan menerima hukuman oleh penegak hukum termasuk peradilan militer yang tidak pernah diberlakukan untuk menghukum pelaku kekerasan oleh anggota-anggota militer," tutur Usman.

Perwira TNI AU Letkol Robert Simanjuntak diduga menganiaya fotografer Riau Pos Didik Hermanto. Robert dalam video yang beredar di youtube, menendang, memiting, kemudian memukul Didi untuk merampas kameranya. Peristiwa itu dilakukan di lokasi jatuhnya Hawk 200 di Riau, Selasa (16/10) kemarin.

Sebelumnya Danlanud TNI AU Pekanbaru, Riau, sudah meminta maaf atas insiden itu. Pihak TNI AU juga bersedia menanggung biaya pengobatan Didi. KSAU Marsekal Imam Sufaat juga telah meminta maaf.

(nwy/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini