Sekitar 100 wartawan yang berdemo membubarkan diri dengan menumpang motor masing-masing sekitar pukul 11.20 WIB di kawasan Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2012). Lalu lintas sekitar yang sempat tersendat kembali mencair. Namun sekitar beberapa polisi tetap berjaga-jaga di sekitar Istana.
Di antara peserta aksi terdapat aktivis HAM Usman Hamid. Dia memprotes keras terhadap pemukulan yang dilakukan TNI AU pada wartawan peliput pesawat Hawk jatuh di Kampar, Riau, pada Selasa kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usman menyebut, dengan adanya peristiwa kemarin, menunjukkan TNI tidak mengerti tugas dan fungsinya. TNI dilatih untuk mahir berperang melawan penjajah bukan melakukan kekerasan terhadap rakyatnya termasuk wartawan.
"Dalam kasus seperti ini, tidak ada hukuman yang tegas dan setimpal. Mereka merasa tidak akan menerima hukuman oleh penegak hukum termasuk peradilan militer yang tidak pernah diberlakukan untuk menghukum pelaku kekerasan oleh anggota-anggota militer," tutur Usman.
Perwira TNI AU Letkol Robert Simanjuntak diduga menganiaya fotografer Riau Pos Didik Hermanto. Robert dalam video yang beredar di youtube, menendang, memiting, kemudian memukul Didi untuk merampas kameranya. Peristiwa itu dilakukan di lokasi jatuhnya Hawk 200 di Riau, Selasa (16/10) kemarin.
Sebelumnya Danlanud TNI AU Pekanbaru, Riau, sudah meminta maaf atas insiden itu. Pihak TNI AU juga bersedia menanggung biaya pengobatan Didi. KSAU Marsekal Imam Sufaat juga telah meminta maaf.
(nwy/nrl)










































