"Sangat buruk dan tidak bisa dijadikan teladan. Apalagi kekerasan dilakukan di depan mata anak-anak SD. 'Teladan' kekerasan seperti ini akan melahirkan imitasi budaya kekerasan bagi anak, di sisi lain akan melahirkan antipati terhadap TNI," jelas Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh saat berbincang, Rabu (17/10/2012).
Niam menegaskan, di saat pendidik tengah bejuang terus untuk mencegah terjadinya kekerasan dan tawuran anak-anak, sang perwira itu justru memberi sajian tontonan kekerasan di depan mata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara khusus Niam juga menyampaikan belasungkawa kepada TNI yang mengalami musibah kecelakaan pesawat itu. "Tapi kesedihan, kondisi sulit, dan berkabung karena jatuhnya pesawat tidak menjadi pembenar untuk melakukan kekerasan, apalagi di depan anak," jelas Niam.
Diduga perwira TNI AU Letkol Robert Siamnjuntak yang menganiaya fotografer Riau Pos Didi Herwanto. Robert dalam video yang beredar di youtube, menendang, memiting, kemudian memukul Didi untuk merampas kameranya. Peristiwa itu dilakukan di lokasi jatuhnya Hawk 200 di Riau. Pemukulan itu disaksikan langsung di depan beberapa anak SD.
Sebelumnya Danlanud TNI AU Pekanbaru, Riau sudah meminta maaf atas insiden itu. Pihak TNI AU juga bersedia menanggung biaya pengobatan Didi.
(ndr/gah)










































