Insiden Pesawat TNI Jatuh Relatif Lebih Kecil Dibanding di AS

Insiden Pesawat TNI Jatuh Relatif Lebih Kecil Dibanding di AS

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 17 Okt 2012 08:08 WIB
Insiden Pesawat TNI Jatuh Relatif Lebih Kecil Dibanding di AS
Jakarta - Pesawat Hawk 200 milik TNI jatuh di Riau kemarin. Komisi I DPR memandang insiden pesawat TNI yang jatuh masih relatif kecil jika dibandingkan pesawat AS.

"Kalau dilihat dari prosentase kecelakaan pesawat-pesawat TNI AU memang masih relatif kecil bila dibandingkan dengan AS misalnya . Tapi memang kita harus lebih memperhatikan lagi dana untuk pemeliharaan dan perawatan termasuk suku cadangnya," kata Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin, kepada detikcom, Rabu (17/10/2012).

Meskipun demikian, DPR tetap akan meminta penjelasan Panglima TNI. KSAU juga akan dipanggil khusus terkait kecelakaan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Soal apa penyebab dari kecelakaan tersebut , kita tunggu saja hasil investigasinya . Bila hasil investigasi tersebut sudah ditangan KASAU insya Allah Komisi I akan meminta penjelasan mengenai kasus tersebut," kata Hasanuddin.

Menurut Hasanuddin yang juga purnawirawan TNI, pesawat Hawk 200 milik TNI AU sesungguhnya masih termasuk pesawat yang belum tua sekali . Masuk kejajaran TNI AU sebelum tahun 2000-an ( 1996/1998 ) .

"Dia bukan pesawat tempur semacam F16 untuk pertempuran perang udara tapi merupakan pesawat jet bantuan dekat , untuk menyerang sasaran darat seperti : tank , kubu , artileri atau menghancurkan gudang atau sarana komunikasi dan jalan/jembatan ," katanya.

Dia menambahkan, sejak 1998 TNI AU menerima 2 squadron Hawk yang kemudian ditempatkan di Pekanbaru dan Pontianak . Sistim pemeliharaan dan suku cadangnya selama ini baik2 saja , tiap tahun TNI belanja suku cadang dan menyediakan biaya untuk pemeliharaan dan perawatannya .

Sebelumnya diberitakan Pesawat Hawk 200 dari Skuadron Pekanbaru, Riau, jatuh saat latihan dan patroli, Selasa (16/10) kemarin. Sang pilot, Letda Reza lolos dari musibah jatuhnya pesawat Hawk 200 TNI AU di Riau setelah melakukan seat ejecting.

Tindakan pilot yang meninggalkan pesawat mengindikasikan ada suatu masalah teknis yang berbahaya di udara. "Mungkin engine-nya, bisa saja karena menabrak burung," kata KSAU Marsekal Imam Sufaat, kemarin.

(van/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini