Kasus terakhir menimpa seorang pria paruh baya, yang ditemukan tewas tergantung di rumah pondokan kebun Desa Wori Jaga XII, Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Korban diketahui bernama Juma Kapang (48), petani pemanjat kelapa.
Informasi yang diperoleh di Mapolsek Wori, korban pertama kali ditemukan rekan kerjanya, Ape Amboi (68), warga yang sama, ketika memanggil korban untuk memanjat kelapa, pukul 06.15 WITA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek mengatakan saat ditemukan tubuh korban sudah mengeras dan membiru, dengan leher terjerat tali nilon. Jempol kakinya keluar darah, dan digigiti tikus. Diduga korban telah meninggal sehari yang lalu.
"Memang ada kejanggalan karena posisi lutut kedua kakinya menyentuh tanah. Tapi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," lanjut Fauzy.
Korban sempat dibawa ke Puskesmas Wori untuk dilakukam Visum Et Repertum. Hasilnya, dubur mengeluarkan darah dan ada sperma di kemaluan. Pihak keluarga pun menolak dilakukan outopsi, karena menganggap murni gantung diri.
"Kami buatkan pernyataan yang disaksikan perangkat desa, hukum tua dan kepolisian. "Tapi kami tetap menyelidiki penyebab kematiannya," pungkas Fauzy.
Sebelumnya, Karim Ade (41), warga Kelurahan Tumumpa Dua Lingkungan I Kecamatan Tuminting, ditemukan istrinya Selvi, sekarat tergantung di dalam kamar, Kamis (13/10/2012) pukul 23.00 WITA.
Meski sempat dilarikan ke rumah sakit Islam Sitti Maryam, nyawa korban tak tertolong lagi sejam kemudian.
Selanjutnya siswa kelas 1 SMK Sola Gratia Tongkeina, Rully Laikun (18), warga Kelurahan Tongkeina Lingkungan II Kecamatan Bunaken ini juga nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Jumat (14/10/2012) sekitar pukul 18.00 WITA. Penyebabnya, korban marah kepada ayahnya yang kawin lagi.
Satu korban yang terselamatkan dari fenomena gantung diri di Manado adalah RT alias Rahmat (17), warga Kelurahan Mahawu Lingkungan IV Kecamatan Tuminting. Niatnya tak kesampaian untuk bunuh diri, karena keburu ditolong warga, Senin (15/10/2012) sore.
(/)











































