"Terdapat pengaruh signifikan (akibat K-Pop). Kita ikut sponsori berbagai artis Korea saat manggung ke Jakarta, sehingga Korea semakin dikenal (di Jakarta). Penumpang ke Korea ikut melonjak, baik ke Seoul maupun ke Jeju Island," kata General Manager Garuda Indonesia for Korea, Dewa Rai di kantornya di kawasan Da-Dong, Jungg-gu, Seoul, Korea Selatan, Selasa (16/10/2012)
Menurut data Garuda, kenaikan jumlah penumpang hingga September lalu telah melonjak 29 persen dari tahun sebelumnya. Bila 2011 pada bulan yang sama mencapai 35.387 penumpang, sampai September 2012 telah menembus 45.593 penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, penerbangan ke Jakarta masih didominasi untuk aktivitas bisnis. Sementara warga Korea lebih suka ke Bali untuk urusan berwisata.
"Jakarta lebih berpotensi karena Indonesia lebih dikenal di Korea dalam hal investasi. Warga Korea ke Jakarta masih jarang untuk turisme, banyak bisnis. Sebab 3.000 perusahaan Korea baik skala menengah maupun besar berada di Jabodetabek," tandas Rai.
Saat ini, menurt Rai, pesaing terdekat untuk rute yang sama masih ditempel Korean Air.
"Korean Air masih mendominasi. Mereka mempunyai 11 kali penerbangan langsung ke Jakarta, kita 7 kali seminggu. Kami akan terus melakukan promosi dan berbagai kegiatan lain untuk merebut pasar. Secara kualitas pelayanan, kita mampu bersaing (dengan maskapai lokal)," tukas Dewa Rai yang telah menetap di Korsel sejak pertengahan 2011 lalu.
(aut/)










































