"Pada Juni tahun depan sudah nyambung penuh Jakarta-Semarang sebelum lebaran," ujar Boediono di Stasiun Alastua Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/10/2012).
Boediono berjanji akan memonitor langsung proses pembangunan jalur ganda kereta api tersebut. Boediono juga memberikan apresiasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan jalur kereta yang menelan biaya investasi sebesar Rp 9,8 triliun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua pihak saya nilai sangat kooperatif sehingga target pembangunan jalur ganda diharapkan sudah bisa selesai dibangun tepat pada waktunya," kata Boediono.
Pentingnya penyelesaian jalur ganda ini karena akan meningkatkan ekonomi Jawa Tengah dan Jawa Timur disamping mengurangi beban arus lalu lintas. Khusus jalur di Jawa Tengah, Boediono menilai jalur Jawa Tengah adalah "bottle neck" yang harus diatasi sehingga pembangunan jalur ganda sangat penting dan mendesak
"Kita keroyok bersama-sama," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan ada beberapa kendala dalam pembangunan halur ganda ini, terutama pada pada pembebasan lahan.
"Namun demikian kita tetap berupaya untuk bisa menyelesaikan tepat waktu dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencdari solusi," kata Bambang.
(tfq/)










































