Hal tersebut diutarakan Nazar kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan selama 9 jam sejak pukul 12.30 WIB di Gedung KPK, Jl. Rasuna Said, Jaksel, Selasa (16/10/2012).
"Semuanya sudah saya serahkan datanya ke KPK sudah saya ceritakan semua apa adanya tentang Hambalang, sekarang saya pasrahkan saja kepada Allah SWT apakah tetap bisa ditegakkan keadilan atau tidak," kata Nazar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua bukti sudah lengkap tapi kenapa statusnya enggak naik-naik, ya namanya manusia bisa berubah bisa diintervensi" ujarnya.
Ketika ditanya lebih lanjut siapa pihak yang mudah diintervensi tersebut Nazar enggan menjelaskan lebih lanjut.
Sebelumnya, Andi sudah membantah disebut aktif mengatur anggaran proyek pembangunan kompleks sekolah olahraga nasional Hambalang, Bogor, seperti dituduhkan Nazaruddin. "Silakan saja (Nazar menuding Andi). Kami sudah mengikuti prosedur yang ada," kata Andi beberapa waktu silam.
Andi mengklaim alokasi anggaran dan tahapan pencairannya sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. "Kalau ada penyimpangan, itu ranah Komisi Pemberantasan Korupsi yang sedang melakukan penyelidikan, untuk menentukan. Juga Badan Pemeriksa Keuangan kan sedang melakukan audit," ujarnya. "Biar KPK dan BPK yang menentukan siapa yang harus bertanggung jawab."
Anas Urbangingrum yang pernah diperiksa KPK terkait kasus Hambalang ini juga telah membantah. Dia menyebut ucapan Nazar itu hanyalah isapan jempol belaka.
(/asp)










































