'Jenderal X', Kandidat Capres PD di Pilpres 2014

'Jenderal X', Kandidat Capres PD di Pilpres 2014

- detikNews
Selasa, 16 Okt 2012 14:47 WIB
Jenderal X, Kandidat Capres PD di Pilpres 2014
Jakarta - Partai Demokrat kemungkinan besar akan mencapreskan purnawirawan TNI di Pilpres 2014. Sampai saat ini nama capres PD masih disembunyikan dengan nama samaran 'Jenderal X'.

"Coba ingat pesan Pak SBY di depan alumni Akabri angkatan 1970, bahwa purnawirawan jenderal berpeluang di Pilpres 2014. Rasa-rasanya mungkin memang begitu. Partai Demokrat kan punya banyak jenderal, jangan sebut nama, sebut jenderal X saja," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua, kepada detikcom, Selasa (16/10/2012).

Sejumlah perwira dan purnawirawan jenderal TNI di lingkaran Ketua Dewan Pembina PD Presiden SBY memang diisukan akan nyapres di 2014. Mereka antara lain Menko Polhukam Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto dan KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Partai Demokrat, diakui Max, baru akan mengumumkan capres yang didorong pada tahun 2013 mendatang. Max melihat kader internal PD dari kalangan sipil agaknya masih cukup berat. Termasuk Ketua Umum PD Anas Urbaningrum yang dinilainya sulit berlaga di Pilpres 2014.

"Andalan kita sejak awal kan Pak Anas, tapi kita harus menunggu keputusan bidang hukum partai. Tentu Pak SBY yang paling tahu," kata Max.

Sementara ini, Max melihat Partai Demokrat masih harus menghadapi posisi dilematis lantaran sejumlah kadernya terseret kasus korupsi. Saat ini PD tengah fokus menanti keputusan KPK, sembari mempersiapkan diri untuk recovery di akhir tahun 2012.

"Ya saya kira kalau mengikuti apa yang terjadi selama ini sejak awal dengan dilema yang melanda Partai Demokrat kita sudah dalam posisi menyadari hal tersebut. Bahwa elektabilitas yang terus menurun itu adalah dampak keniscayaan dari kasus yang melanda kader saat ini," kata Max merespons buruknya popularitas PD saat ini.

Namun Max yakin popularitas PD masih bisa dibangkitkan dengan harapan mampu kembali berjaya di Pemilu 2014.

"Biarpun kita dalam posisi 2012 dan menuju 2014 masih dua tahun lagi, persepsi publik bisa berubah. Yang kita inginkan sebenarnya PD bisa diselamatkan oleh KPK. Ketika KPK mengambil keputusan terhadap kasus-kasus yang melanda Partai Demokrat adalah solusi untuk memulihkan citra Partai Demokrat," tegasnya.

(van/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads