Komunitas Amanat Nasional pro-Perubahan Dideklarasikan
Jumat, 10 Sep 2004 17:35 WIB
Jakarta - Insiden peledakan bom di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia dinilai menunjukkan ketidakmampuan pemerintah menciptakan rasa aman. Komunitas Amanat Nasional pro-Perubahan menyatakan teror bom tersebut memperkuat keyakinan perlunya perubahan kepemimpinan nasional.Pernyataan ini disampaikan dalam deklarasi Komunitas Amanat Nasional pro-Perubahan di Hotel Ambhara, Jl. Iskandarsyah Raya, Jakarta Selatan, Jumat (10/9/2004). Acara yang digelar dai pukul 14.00 WIB sampai 16.00 WIB ini dihadiri fungsionaris PAN Bambang Sudibyo, Dradjat Wibowo, dan Didik J. Rachbini. Juga hadir anggota tim sukses SBY, Mayjen TNI (Purn) M. Ma'ruf.Dalam deklarasi dibacakan oleh Dradjat Wibowo dinyatakan bahwa Komunitas Amanat Nasional Properubahan mengutuk dengan keras aksi teror bom di Rasuna Said, Kuningan.Namun, dalam pernyataan berjudul 'Teror Bom Semakin Memperkuat Sentimen Perlunya Perubahan', juga disebutkan berbagai upaya pemulihan ekonomi dan kepercayaan nasional dapat musnah seketika hanya karena bom besar yang meledak. Komunitas Amanat Nasional Properubahan menyatakan bisa memahami bahwa aparat keamanan sudah berusaha sekuat tenaga untuk memberantas terorisme. Namun keterlibatan oknum polisi dalam pemenangan salah satu capres sudah menciderai citra itu. "Jadi jangan sampai terbentuk opini aparat keamanan dan BIN lalai dalam tugasnya karena lebih disibukkan urusan politik tersebut," kata Dradjat saat membacakan pernyataan.Dinyatakan, semangat komunitas ini ada pada perubahan dan reformasi. Komunitas ini kecewa dengan pemerintah sekarang. Karena di samping gagal memberikan rasa aman, juga gagal dalam menangani masalah pengangguran dan pemberantasan korupsi.Karena itu komunitas ini menyerukan kepada semua yang dulu memilih PAN dan mendukung calon presiden Amien Rais untuk kembali ke cita-cita semula. Bahwa api reformasi harus kembali dinyalakan. "Kita butuh presiden baru agar ada harapan baru bahwa amanah reformasi dapat diwujudkan. Teror bom kemarin semakin memperkuat keyakinan bahwa kita perlu perubahan kepemimpinan nasional," demikian pernyataan Komunitas Amanat Nasional pro-Perubahan.Jadi, mendukung SBY, nih!
(gtp/)











































