Gus Dur Kutuk Bom di Kedubes Australia

Gus Dur Kutuk Bom di Kedubes Australia

- detikNews
Jumat, 10 Sep 2004 17:25 WIB
Jakarta - Mantan Presiden Aburrahman Wahid alis Gus Dur mengutuk keras aksi peledakan bom depan di Kedubes Australia, Kuningan. Dia mempertanyakan kinerja aparat yang tidak mampu mendeteksi adanya bom sebesar itu."Soal bom di Jakarta saya mengutuk. Itu tindakan pengecut karena itu menandakan orang yang melakukan itu punya komplain tapi tidak bisa menggerakan masyarakat," kata Gus Dur kepada wartawan usai berziarah di makam Sultan Agung di Kompleks Pemakaman Raja-Raja Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Jumat (10/9/2004). Gus Dur datang bersama dengan Taufik Kiemas.Ditanya apakah bom itu bukti intelijen tidak berhasil, Gus Dur mengatakan hal itu adalah alasan mereka dan kita lihat saja nanti.Dalam penilaiannya terhadap intelijen, kata Gus Dur, ada bagian-bagian yang ngawur dan ada yang baik. "Biasa itu yang ngawur itu yang tidak sanggup mengantisipasi. Dan kenapa ada orang yang punya bom sebesar itu, sampai intelijen tidak tahu. Itu kebangetan" katanya.Diajak Taufik KiemasTentang ziarahnya bersama Taufik Kiemas, Gus Dur mengatakan, dirinya pergi berziarah karena diajak oleh Taufik Kiemas. "Saya diajak mas Taufik," kata Gus Dur.Gus Dur mengatakan, pihaknya tetap netral dan tetap Golput. "Saya netral dan tetap golput. Saya cuma nyekar, saya biasa ziarah karena di sini makam Sultan Agung dan saya jarang ke sini. Naik tangganya saja susah," tegasnya.Sebelum berziarah, Gus Dur menyempatkan diri bertemu dengan Tedjowulan. Tedjowulan adalah raja Solo yang bersengketa. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads