Jokowi Sukses di Pilgub DKI, Survei Pemilu 2014 Diragukan

Jokowi Sukses di Pilgub DKI, Survei Pemilu 2014 Diragukan

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Selasa, 16 Okt 2012 11:57 WIB
Jokowi Sukses di Pilgub DKI, Survei Pemilu 2014 Diragukan
Jakarta - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan meragukan hasil survei politik menyangkut Pemilu 2014. Lantaran lembaga survei terbukti gagal memprediksi hasil putaran pertama Pilgub DKI.

"Sebetulnya dari pengalaman kita yang terakhir di DKI seyogianya sudah ya lembaga survei itu tidak usah terlalu membuat semacam survei-survei yang membuat kondisi tidak kondusif. Survei di depan mata salah semua apalagi mensurvei tingkat nasional. Yang di depan hidung saja nggak tahu, bagaimana yang di seberang lautan," kata Taufik yang juga Sekjen PAN ini kepada detikcom, Selasa (16/10/2012).

Taufik mempertanyakan hasil survei terakhir yang dirilis tiga lembaga survei yakni Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Saiful Mujani Research and Consultant (SMRC), dan Lembaga Survei Nasional. Ketiga lembaga survei menempatkan parpol Islam di jajaran paling bawah.

"Kita pertanyakan konsistensi data dari survei. Bahkan di Pilgub DKI yang lalu ada satu lembaga survei yang terang-terangan mendukung salah satu calon gubernur. Karena itu biarlah nanti rakyat yang menentukan. Jangan memojokkan partai Islam, jangan membangunkan macan tidur," kritiknya.

"Saya juga mengkritisi PAN itu bukan partai Islam. Ada ratusan SMS protes. Karena pengurus PAN itu di daerah banyak yang non muslim. Sungguh pun PAN ini lahir dari Muhammadiyah tapi jelas bahwasanya Pak Amien Rais mendirikan parpol untuk semua kalangan masyarakat," katanya.

Menurut Taufik, survei yang paling valid adalah survei yang digelar internal parpol masing-masing. Survei internal tentu tidak dipublikasikan untuk kepentingan evaluasi internal.

"Walaupun secara internal saya yakin semua parpol punya survei masing-masing. Manakala PAN sudah memiliki survei yang betul-betul akurat yang dilakukan internal PAN. Sudahilah survei yang secara subjektif bisa mengarah ke penggiringan opini masyarakat," papar Taufik.

"Sedangkan survei yang dipublikasikan tidak selalu bisa dipertanggungjawabkan, ada survei yang mengatrol sangat luar biasa parpol, di samping itu ada survei yang mendowngrade parpol. Ini menjadi membingungkan rakyat. PAN tetap menghargai lembaga survei itu. Namun PAN tetap tidak ambil pusing," lanjut Taufik.

Taufik yakin masyarakat sudah dewasa dalam berdemokrasi. Sehingga tidak terpengaruh dengan survei, seperti kemenangan Jokowi atas Foke di putaran pertama Pilgub DKI, saat itu semua survei seolah mengarahkan masyarakat untuk memilih Foke.

"Rakyat sudah matang berdemokrasi, sudah matang selama 14 tahun reformasi. Kita bangga dengan pesta demokrasi di Pilgub DKI adalah pelajaran berharga. Dulu pun reformasi tidak ada yang mensurvei," tandasnya.

(van/nrl)


Berita Terkait