Berlomba Mencari Simpati Massa

Heboh Mega Kuis Rp 14 M (4)

Berlomba Mencari Simpati Massa

- detikNews
Jumat, 10 Sep 2004 17:14 WIB
Jakarta - Hajat besar pemilu presiden putaran kedua tinggal sepuluh hari lagi. Aktivitas kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden meningkat tajam. Berbagai cara dilakukan para pendukung kedua calon untuk memenangkan pemilihan yang akan berlangsung tanggal 20 September mendatang.Capres Megawati Soekarnoputri paling menonjol dalam melakukan aktivitasnya. Baik yang dilakukan selaku presiden, maupun sebagai calon presiden. Posisinya sebagai incumbent memudahkan untuk selalu mendapat sorotan media. Belum lagi berbagai manuver yang dilakukan oleh Wapres Hasyim Muzadi, suaminya Taufik Kiemas, Puan Maharani, para pengurus DPP PDIP, menteri-menteri pendukung Megawati, aliansi kebangsaaan yang terdiri dari Golkar, PDIP, PPP, PBR, dan lain-lain. Hampir tiada hari tanpa berita Mega atau para pendukungnya.Hal serupa juga dilakukan oleh pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla dan para pendukungnya. Berbagai manuver dilakukan SBY yang mengaku lebih senang berkomunikasi dengan rakyat dibanding para elit politik. Safari politik terus dilakukan, baik mengunjungi pesantren, mengunjungi tokoh tokoh dan bertemu partai-partai termasuk para pendukungnya. Berbagai aliansi dibentuk, dan dukungan PKS, PKB, PBB dan PAN terus digalang.Hanya dari segi aktivitas, kubu Mega tampaknya lebih agresif dan mencolok, terutama setelah pemilihan tahap pertama. Tahu perolehan suara tidak seperti yang diperkirakan, Mega mengerahkan semua kekuatan. Apalagi peringkat kedua, berbagai rencana dan strategi langsung dibuat.Aktivitas Mega sebagai presiden, membuat ia rajin berkeliling ke seluruh pesolok negeri. Pencitraan pelan-pelan dirubah, ia tampak lebih supel, fleksibel dan tidak kaku seperti sebelumnya. Ia memilih banyak tampil di televisi, bahkan yang dulunya pelit bicara dan sulit diwawancarai berubah total. Mega pun rajin meresmikan berbagai proyek, pembangunan, pencanangan, menerima berbagai kelompok masyarakat, rajin ke daerah-daerah. Bahkan proyek-proyek bernilai kecil, juga ia datangi. "Ibu Mega sengaja banyak melakukan pendekatan dengan rakyat. Banyak birokrasi dan protokoler saya potong, agar ibu Mega bisa banyak bertemu dengan rakyat," kata Wasekjen PDIP Pramono Anung.Berbagai manuver yang dulu tak mungkin dilakukan Mega, dilakoninya. Seperti pertemuan keluarga Soekarno di kediaman Rahmawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu. Padahal selama ini Mega dan Rahma sulit disatukan, Rahma sering mengejek Mega sebagai anak biologis tapi bukan ideologis. Namun akhirnya dapat bertemu. Megawati juga tiba-tiba memberikan respon terhadap orang orang yang melakukan demonstrasi. Seperti yang dialami warga yang memprotes dirugikan karena rumahnya dilintasi jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) PLN, Mega langsung mengeluarkan kebijakan untuk membentuk tim. Padahal sebelumnya tak pernah dilakukan respon secepat ini. Megawati juga mengobral kursi kabinetnya dengan melakukan koalisi dengan partai-partai besar. Koalisi kebangsaan yang mengajak Partai pemenang pemilu Golkar, PPP, PBR, PDS dan lain-lain. Jumlahnya menjadi suara yang cukup besar jika massa pemilih dalam pmilu legislatif lalu memberikan dukungan yang sama. "Kami yakin jika Mega terpilih, pemberitahuan akan kuat karena didukung partai-partai mayoritas," kata Sekjen PDIP Soetjipto.Akhir-akhir ini, banyak disuguhkan berbagai manuver koalisi kebangsaan yang dideklarasikan di pelbagai daerah. Koalisi berdiri dari tingkat propinsi, kabupaten. Kabar kucuran dana cukup besar sudah dikucurkan oleh Tim sukses Megawati-Hasyim untuk memberikan pelumas agar koalisi berjalan. Mega pun rajin mengunjungi tokoh-tokoh yang tergabung dalam koalisi.Mega juga didukung para menteri. Unsur kabinet dari PDIP seperti Jacob Nuwawa, Laksamana Sukardi dan Rini Suwandi tak henti-hentinya menggalang dukungan untuk Mega. Jacob menggalang buruh-buruh yang tergabung dalam SPSI dan serikat pekerja BUMN. Laks dikabarkan menjadi salah seorang penggali dana kampanye, dengan mengerahkan BUMN. Taufik Kiemas, suami Mega juga tak tinggal diam. Berbagai lobi dilakukan untuk mendukung Mega tetap bertahan di kursi presiden. Seperti Selasa (7/9) tengah malam, tiba-tiba mendatangi rumah Munir menyampaikan bela sungkawa dan bantuan. Ia menawari kelurga Munir yang akan berangkat akan ditanggung seluruh biaya.Demikian pula anaknya, Puan Maharani, mencari simpati masyarakat dnegan berbagai cara. Seperti melakukan penjemputan terhadap Taufik di bandara, mengunjungi pementasan-pementasan seperti Indonesia Idol dan lain sebagainya. Berbarengan dengan itu, entah dari mana jalurnya, aksi demo antipresiden militer dan aliansi-aliansi kelompok gerakan menolak SBY juga marak kembali.SBY sendiri tak mau ketinggalan. Dalam masalah membentuk citra ke publik juga dilakukan terus menerus. SBY maupun Kalla rajin bekunjung ke berbagai daerah untuk menelorkan gagasan-gagasannya. Kalla banyak mengunjungi massanya di Indonesia Timur, sementara SBY lebih banyak menggarap massa di Pulau Jawa dan Sumatra. Kampanye terselubung juga terus bermunculan di berbagai tempat. Spanduk-spanduk agar memilih pemerintah yang bersih, meninggalkan masa lalu dan kampanye terselubung lainnya terus bermuculan. Tinggal kita lihat saja tanggal 20 September 2006 nanti. Jadi, Mega atau SBY? (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads