NasDem: Elektabilitas Mega, Prabowo, dan Ical Rendah

NasDem: Elektabilitas Mega, Prabowo, dan Ical Rendah

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Selasa, 16 Okt 2012 11:15 WIB
NasDem: Elektabilitas Mega, Prabowo, dan Ical Rendah
Foto: Deklarasi NasDem Tasikmalaya
Jakarta - Partai Nasional Demokrat (NasDem) akan memunculkan capres alternatif di Pilpres 2014 nanti. Partai NasDem melihat elektabilitas sejumlah kandidat capres yang sudah lama muncul masih rendah.

"Kita melihat bahwa elektabilitas yang dimiliki Megawati, Prabowo, dan Aburizal Bakrie itu tidak sedominan SBY pada awal-awal tahun 2008 lalu. Elektabilitas mereka masih rendah, belum cukup kuat," kata Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella, kepada detikcom, Selasa (16/10/2012).

Jadi , menurut Rio, belum jaminan satu dari tiga kandidat yang masih merajai survei capres tersebut akan memenangi Pilpres 2014. Hingga saat ini belum ada kandidat capres yang cukup kuat untuk memenangi Pilpres 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Artinya bahwa kalau kita bicara lapangan maka 2014 itu lapangan yang masih kosong, belum bisa kita klaim itu milik siapa. Karena elektabilitas mereka masih sangat rendah. Kecuali kalau ada yang seperti SBY di 2008 lalu elektabilitasnya sudah 60 persen, bisa kita yakini kala itu bahwa next president 2009 adalah SBY," katanya.

Sampai saat ini Partai NasDem belum memutuskan siapa yang akan dimunculkan di Pilpres 2014. Namun demikian Partai NasDem akan memprioritaskan kandidat capres alternatif yang hingga saat ini belum muncul ke publik.

"Kita memberikan kesempatan kepada calon alternatif. Kita akan melihat siapa tokoh yang mengkristal menjadi pilihan masyarakat dan disukai publik. Sekarang ini berproses, kami tidak ingin terburu-buru," tegasnya.

Partai NasDem memang tengah menjadi kuda hitam di sejumlah survei politik. Partai besutan Surya Paloh dan Harry Tanoesoedibjo ini menargetkan masuk 3 besar di Pemilu 2014.

Survei terkini yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menempatkan NasDem di posisi empat dengan perolehan 4 persen suara. Kekuatan partai NasDem disebutkan karena lahir sebagai partai alternatif, sebagai antitesis atas parpol yang terkena kasus korupsi dan parpol yang mengandalkan figur untuk bertahan hidup.

"Seperti SBY dengan Partai Demokrat, PDIP dengan Megawati, dan Gerindra dengan Prabowo Subianto," kata Rio, sebelumnya.

(van/nrl)


Berita Terkait