Berikut 6 hewan berwajah aneh seperti dilansir dari Mother Nature Network (MNN):
Hiu Jumbai
|
(Dok MNN)
|
Hiu jumbai ini bentuknya unik dan aneh, panjangnya bisa mencapai 2 meter, sekilas mirip lele raksasa. Dia hidup di kedalaman 1.570 m, namun bisa pula ditemui di 50–200 m di kawasan Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik.
Rahang hiu jumbai ini panjang seperti buaya, giginya keras, kecil dan tajam seperti berjumbai, namun tidak sekuat gigi dan gigitan hiu pada umumnya. Dengan gigi yang seperti itu, hiu jumbai memakan cumi-cumi, ikan-ikan kecil bahkan hiu kecil.
Aye-aye
|
(Dok MNN)
|
Aye-aye ini memanjat pohon untuk menemukan belatung, hingga melubangi pohon untuk mencari belatung, kacang, larva semut, dan jamur. Jari-jarinya yang panjang sepertinya memang didesain untuk mengeruk dan melubangi pohon.
Aye-aye bisa juga makan buah, benih tanaman, hingga nektar bunga.
Gurita Dumbo
|
(Dok MNN)
|
Dia hidup di laut yang sangat dalam, di kedalaman 4.828 meter . Matanya besar, tentakelnya kecil dan lucu sangat timpang dengan bodinya yang menggembung besar. Gurita ini menggunakan tentakel dan telinganya untuk bergerak, memakan cacing-cacing kecil, kerang dan udang-udangan di dasar laut.
Blobfish
|
(Dok MNN)
|
Ikan ini tak bisa mengapung berenang karena tidak ada kantung gas yang memungkinkan ikan pada umumnya bisa mengapung. Namun tubuhnya kenyal seperti agar-agar, sedikit lebih berat dari air laut hanya membuatnya bisa berenang di dasar lautan untuk mencari makan.
Kepiting Kelapa Raksasa
|
(dok MNN)
|
Semakin dewasa, kerangka luar-nya (exoskeleton) semakin keras dan dia oun siap menghadapi dunia. Dia hidup menyebar di kepulauan di wilayah Afrika, Asia hingga Pasifik selatan.
Kepiting ini memakan buah kelapa, kacang-kacangan, buah-buahan hingga sari pati pohon yang tumbang. Namun sebagai omnivora, kepiting ini juga bisa memakan tikus kecil. Kepiting ini diduga bertanggung jawab atas hilangnya jasad Amelia Earhart karena dimakan bangkainya setelah hilang kontak di kawasan Samudera Pasifik.
Burung Shoebill
|
(Dok MNN)
|
Dia hidup di kawasan tropis di Afrika bagian timur, di rawa-rawa Sudan hingga Zambia. Tingginya bisa mencapai 1,5 meter. Populasinya yang berkisar 5 ribu - 8 ribu ekor membuatnya dikategorikan 'rawan' oleh BirdLife International.
Halaman 2 dari 7











































