Korban bernama Suhendi Wibowo (57), warga Jalan Kresna Raya RT 01 RW 16 Indraprasta, Bogor Utara, Kota Bogor. Suhendi didekati pelaku saat berolahraga pagi di Lapangan Sempur, Bogor. Pelaku mengaku butuh rekening untuk pemindahan dana bantuan sosial dari negara asing. Semula korban tidak merespons, tapi pelaku terus mengikuti sambil mengajak ngobrol.
Setibanya di Taman Kencana, datang satu orang lagi. Saat kenalan, pelaku bercerita hal yang sama. Suhendi mulai merespons ketika satu lagi pelaku datang dengan mobil. Oran itu turun dari mobil dan memperkenalkan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat berada dalam ATM, pelaku pertama mengeluarkan kartu ATM dan buku rekening. Tercatat saldo pelaku sebesar Rp 99 miliar. Namun saat ATM dimasukkan, ada penolakan. Pelaku berdalih penggunaan ATM di Indonesia tidak sama dengan di Singapura.
"Pas ATM dia ditolak, dia minta ATM saya. Alasannya, kalau di Singapura, ATM cukup pakai sidik jari jempol. Pas ATM saya kasih, dia minta PIN," jelas Suhendi
Saat PIN telah diketahui, pelaku menukar kartu ATM korban dengan ATM miliknya yang palsu. Untuk mengelabui korban, satu pelaku mengajak korban mengobrol.
"Begitu mereka jalan, baru saya sadar, kalau kartu ATM ditukar," terang Suhendi.
Dari dua rekeningnya yang di Bank BNI dan BRI, pelaku menggasak uang sebesar Rp 7,4 juta. Korban mengaku, tidak ingat nomor polisi yang ditumpangi pelaku. Namun korban ingat dengan wajah ketiganya. "Saya ingat jelas kalau wajah, kalau pelat nomor saya lupa," ujar Suhendi ke petugas SPK.
Kasat Reskrim Polres Bogor Kota AKP Didik Purwanto mengatakan, pengumpulan bukti serta keterangan saksi akan dilakukan guna mengungkap identitas tiga pelaku warga asing tersebut. "Secepatnya kami akan menangani kasus ini. Sekarang ini kita koordinasi dulu, karena pelakunya mengaku warga asing," jelas Didik.
(try/try)











































